Bakom: Pemerintah Kecam Intimidasi dan Teror Terhadap Konten Kreator

Kepala Bakom Angga Raka Prabowo. Foto: Metrotvnews.com/Kautsar.

Bakom: Pemerintah Kecam Intimidasi dan Teror Terhadap Konten Kreator

Anggi Tondi Martaon • 2 January 2026 17:05

Jakarta: Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) Angga Raka Prabowo menyatakan bahwa pemerintah dengan tegas menolak dan mengecam segala bentuk intimidasi dan teror terhadap warga negara. Termasuk kepada konten kreator yang menyampaikan kritik.

Sikap tersebut disampaikan Angga berkaitan dengan sejumlah konten kreator atau pemengaruh (influencer) yang mendapat ancaman dan teror di kediaman pribadi mereka, seperti yang dialami oleh Ramon Dony Adam atau yang akrab disapa DJ Donny, Sherly Annavita, dan Chiki Fawzi.

"Pemerintah dengan tegas menolak dan mengecam segala bentuk intimidasi, ancaman atau teror terhadap warga negara termasuk terhadap konten kreator, aktivis maupun siapa pun yang menyampaikan kritik," kata Angga dikutip dari Antara, Jumat, 2 Januari 2025.

Wakil Menteri Komunikasi dan Digital (Komdigi) itu menjelaskan bahwa pemerintah menjamin kebebasan berpendapat terhadap warga negara. Sebab, merupakan hak konstitusional yang dilindungi oleh Undang-Undang, yakni melalui Pasal 28E ayat (3) Undang-Undang Dasar (UUD)1945.

"Kebebasan berpendapat adalah hak konstitusional dan dilindungi oleh undang-undang," tegas Angga.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, pemengaruh DJ Donny melaporkan teror yang terjadi di rumahnya oleh orang tak dikenal.

Dia menyebutkan teror itu sudah terjadi dua kali. Pertama, pada Senin, 29 Desember 2025. Teror kedua terjadi pada Rabu dini hari, 31 Desember 2025.

Rekaman CCTV rumah DJ Donny dilempar bom molotov oleh orang tak dikenal. Foto: Istimewa.

"Jadi, kemarin saya dapat teror, dikirim bangkai ayam ke rumah saya. Lalu, semalam jam 3.00 WIB, di CCTV (kamera pengawas) terekam orang melempar molotov ke rumah saya," kata Donny.

Menurut dia, tindakan tersebut tidak hanya merugikannya, namun sudah mengancam keamanan keluarga dan juga orang-orang di sekitarnya.

Selain dua teror itu, dia juga mengaku seringkali menerima teror dan ancaman melalui telepon maupun pesan di media sosial.

Senada dengan itu, Sherly Annavita juga mendapati mobilnya dicoret-coret oleh orang tak dikenal. Kemudian, Chiki Fawzi mendapat ancanal digital. Para pemengaruh tersebut mengaku mendapat teror setelah menyampaikan kritik terhadap penanganan bencana di Aceh dan Sumatera oleh pemerintah.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Anggi Tondi)