Dua Garda Nasional AS Ditembak di Dekat Gedung Putih, Kondisi Tak Jelas

Pasukan Garda Nasional Amerika Serikat. Foto: The New York Times

Dua Garda Nasional AS Ditembak di Dekat Gedung Putih, Kondisi Tak Jelas

Fajar Nugraha • 27 November 2025 08:59

Washington: Dua anggota Garda Nasional Amerika Serikat ditembak di ibu kota negara pada Rabu 26 November 2025, dengan pihak berwenang mengatakan ada "laporan yang saling bertentangan" tentang kondisi mereka setelah awalnya mengindikasikan bahwa insiden itu berakibat fatal.

"Kami sekarang menerima laporan yang saling bertentangan tentang kondisi dua anggota Garda Nasional kami dan akan memberikan informasi terbaru setelah kami menerima informasi yang lebih lengkap," kata Gubernur Virginia Barat Patrick Morrisey dalam sebuah unggahan di X, seperti dikutip dari Anadolu, Kamis 27 November 2025.

Pembaruan ini muncul setelah Morrisey awalnya mengatakan bahwa dua anggota Garda Nasional Virginia Barat telah "meninggal dunia karena luka-luka mereka" setelah penembakan di dekat Gedung Putih, yang telah diisolasi.

Juru bicara Gedung Putih, Karoline Leavitt mengatakan, “Gedung Putih menyadari dan secara aktif memantau situasi tragis ini," seraya menambahkan bahwa Presiden Donald Trump, yang sedang pergi untuk merayakan Thanksgiving di negara bagian Florida, telah diberi pengarahan tentang penembakan tersebut.

Trump sebelumnya telah mengunggah di platform Truth Social miliknya bahwa tersangka "terluka parah" setelah aparat penegak hukum merespons penembakan tersebut. Ia bersumpah bahwa si penembak akan "membayar harga yang sangat mahal."


500 pasukan Garda Nasional tambahan

Berbicara segera setelah penembakan, Wakil Presiden JD Vance mengatakan detail seputar insiden tersebut masih belum jelas.

"Kami masih mempelajari semuanya. Kami masih belum tahu motifnya. Masih banyak yang belum kami pahami," kata Vance kepada pasukan AS di Fort Campbell di negara bagian Kentucky.

Menteri Pertahanan Pete Hegseth mengatakan Trump memintanya untuk menambah 500 pasukan Garda Nasional tambahan setelah penembakan tersebut.

"Ini terjadi hanya beberapa langkah dari Gedung Putih, dan ini tidak akan dibiarkan, dan Presiden Trump telah meminta saya, dan saya akan meminta Sekretaris Angkatan Darat untuk Garda Nasional, untuk menambah 500 pasukan tambahan, Garda Nasional, ke Washington, DC.

"Ini hanya akan memperkuat tekad kami untuk memastikan bahwa kami menjadikan Washington, DC aman dan indah," kata Hegseth kepada para wartawan di Republik Dominika.


Tersangka ditahan

Secara terpisah, Departemen Kepolisian DC mengatakan seorang tersangka telah ditahan.


"MPD berada di lokasi penembakan di 17th dan I Street, NW," katanya.

Ditambahkan bahwa lokasi kejadian diamankan tetapi mengimbau warga untuk menghindari area tersebut.

Jeffery Carroll, Asisten Kepala Eksekutif Operasi Khusus untuk Departemen Kepolisian Metropolitan, mengatakan kepada para wartawan bahwa saat ini, tidak ada indikasi adanya tersangka lain. Carroll mengatakan tersangka ditembak selama interaksi tersebut dan dibawa ke rumah sakit untuk dirawat.

Menteri Keamanan Dalam Negeri Kristi Noem mengatakan di X bahwa departemennya bekerja sama dengan penegak hukum setempat untuk mengumpulkan lebih banyak informasi.

Pejabat tinggi penegak hukum lainnya juga mengatakan agen federal berada di lokasi kejadian, yang disebut Jaksa Agung Pam Bondi sebagai "penembakan mengerikan." Direktur FBI Kash Patel mengatakan lembaganya terlibat dan membantu penyelidikan.

Kemudian, Patel mengatakan kepada wartawan bahwa dua anggota Garda Nasional "diserang secara berani dalam tindakan kekerasan yang mengerikan."

"Mereka dalam kondisi kritis," kata Patel.

Wali Kota Washington DC Muriel Bowseri mengatakan itu adalah "penembakan yang ditargetkan."

"Memantau situasi dengan cermat,” ucap Patel.

Pemimpin Mayoritas Senat John Thune mengatakan dia sedang memantau situasi.

"Doa dan pikiran saya menyertai para anggota Garda Nasional yang diserang sore ini. Saya juga mengimbau Anda untuk mendoakan mereka," ujar Thune.


Pemimpin Minoritas Chuck Schumer mengatakan ia juga "memantau dengan saksama" situasi tersebut.

"Saya berterima kasih kepada semua petugas tanggap darurat atas tindakan cepat mereka dalam menangkap tersangka," tambah Schumer.

Sementara itu, Pemimpin Partai Demokrat DPR Hakeem Jeffries menekankan bahwa "tidak ada tempat untuk kekerasan" di Amerika.

Ketua DPR Mike Johnson juga mengonfirmasi bahwa tersangka kini ditahan setelah "peristiwa tragis" tersebut.

"Garda Nasional telah melakukan pekerjaan heroik tahun ini, bekerja sepanjang waktu untuk mengamankan kembali ibu kota negara kita. Kami selamanya berterima kasih atas tindakan cepat aparat penegak hukum dan kepada semua orang yang mempertaruhkan nyawa mereka untuk melindungi semua orang," pungkas Johnson.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
Viral!, 18 Kampus ternama memberikan beasiswa full sampai lulus untuk S1 dan S2 di Beasiswa OSC. Info lebih lengkap klik : osc.medcom.id
(Fajar Nugraha)