Jakarta Kota Terpanas, Ini Bahaya Heat Stroke dan Pencegahannya

Ilustrasi freepik

Jakarta Kota Terpanas, Ini Bahaya Heat Stroke dan Pencegahannya

Muhamad Marup • 17 March 2026 16:36

Jakarta: Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) merilis daftar 20 kota paling panas. Dalam daftar tersebut, Jakarta, tepatnya di Halim Perdana Kusuma, Jakarta Timur, menjadi kota terpanas dengan suhu mencapai 35.6 derajat celcius.

Cuaca panas tidak bisa jangan dianggap remeh. Kondisi tersebut dapat menyebabkan heat stroke atau suatu kondisi yang ditandai dengan meningkatnya suhu tubuh mencapai lebih dari 400C dan disfungsi pada sistem saraf.

Di tengah kondisi cuaca panas, penting untuk mengenali tanda-tanda heat stroke beserta penanganannya. Metrotvnews telah merangkumnya sebagai berikut:

Jenis Heat Stroke

Melansir laman resmi Kemenkes, Ada dua jenis heat stroke, yaitu Exertional Heat Stroke (EHS) dan Non-exertional (Classic) Heat Stroke (NEHS).
  • EHS biasa terjadi selama aktivitas fisik berat di lingkungan yang panas dan dalam jangka waktu yang lama.
  • NEHS lebih sering mempengaruhi orang tua, orang-orang yang memiliki penyakit kronis (jantung, demensia, penyakit paru obstruktif, dll), pengguna alkohol, dan orang-orang yang sangat muda.

Tanda Heat Stroke

Salah satu tanda dari heat stroke yaitu peningkatan suhu tubuh. Jika tidak segera tertangani, suhu tubuh yang tinggi dapat menyebabkan kerusakan pada jaringan tubuh dan kerusakan pada organ secara bersamaan.


Ilustrasi Freepik

Tanda tanda heat stroke yang lain yaitu:
  • Suhu tubuh meningkat hingga 400C atau lebih
  • Berhenti berkeringat atau tidak berkeringat saat suhu tubuh sedang tinggi
  • Bingung, gelisah, cemas dan cepat marah
  • Sakit kepala
  • Mual dan muntah
  • Jantung berdebar
  • Kelemahan otot atau kelelahan
  • Kejang dan pingsan

Cara pencegahan

Heat stroke dapat ditangani dengan cara memindahkan penderita ke tempat yang lebih teduh untuk mengurangi paparan sinar matahari langsung yang dapat meningkatkan suhu tubuh, lakukan kompres dingin di area leher, ketiak dan selangkangan karena di area tubuh tersebut terdapat banyak pembuluh darah sehingga lebih efektif untuk membantu menurunkan suhu tubuh.

Saat terjadi heat stroke, suhu tinggi pada tubuh dapat menyebabkan dehidrasi atau kekurangan cairan maka perbanyak minum air putih untuk menghindari terjadinya dehidrasi.

Langkah-langkah untuk mencegah terjadinya heat stroke yaitu:
  • Kurangi dan membatasi aktivitas fisik di lingkungan yang panas
  • Cukupi kebutuhan cairan saat beraktivitas maupun tidak beraktivitas agar terhindar dari dehidrasi
  • Gunakan pakaian yang longgar, berwarna terang, dan berbahan ringan saat ingin keluar rumah.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Muhamad Marup)