Labfor Polda Jateng Olah TKP Ledakan Rumah yang Tewaskan Bocah di Semarang

Petugas Bodang Labfor Polda Jawa Temgah melakukan oleh TKP di lokasi ledakan disuga akibat petasan di sebuah rumah di Kampung Tambakrejo, Kota Semarang, Jumat (20/3/2026). (ANTARA/I.C. Senjaya)

Labfor Polda Jateng Olah TKP Ledakan Rumah yang Tewaskan Bocah di Semarang

Whisnu Mardiansyah • 20 March 2026 13:23

Semarang: Laboratorium Forensik (Labfor) Polda Jawa Tengah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) ledakan pada sebuah rumah di Kampung Tambakrejo, Kota Semarang, Jumat, 20 Maret 2026. Peristiwa itu diduga diakibatkan bahan pembuat petasan.

Kasubdit Fisika dan Komputer Forensik Bidang Labfor Polda Jawa Tengah AKBP Totok Tri Kusuma mengatakan pemeriksaan dilakukan di salah satu kamar rumah milik R yang diduga menjadi lokasi terjadinya ledakan.

Di kamar tersebut, kata dia, ditemukan kubah ledakan dengan diameter antara 25 hingga 30 sentimeter. Dalam olah TKP tersebut, lanjut dia, petugas tidak menemukan bahan petasan yang masih dalam kondisi utuh.

"Kami hanya menemukan bahan sisa-sisa ledakan. Untuk jenisnya masih akan didalami," kata Totok Tri Kusuma seperti dilansir Antara, Jumat, 20 Maret 2026.

Selain itu, menurut dia, petugas juga tidak menemukan petasan yang sudah dalam bentuk jadi. Sejumlah barang bukti berupa petasan jenis kembang api yang ditemukan di lokasi, kata dia, bukan merupakan bagian dari bahan yang meledak.

"Untuk bahan yang meledak ini masuk dalam kategori 'low explosive'," katanya.
 


Ia menjelaskan dengan kubah ledakan sebesar itu, bahan baku petasan yang meledak diperkirakan seberat antara 1 hingga 2 kilogram. Dugaan awal, kata dia, bubuk petasan tersebut meledak saat akan dirakit.

"Bahan kimia yang sudah digabung menjadikannya tidak stabil. Ledakan bisa dipicu gesekan atau panas," katanya.

Peristiwa ledakan di sebuah rumah di Kampung Tambakrejo, Kota Semarang, yang diduga akibat bahan baku pembuat petasan terjadi pada Jumat dini hari, 20 Maret 2026. Satu anak berinisial GSP, 9, tewas dalam kejadian nahas tersebut.


Ilustrasi Medcom.id

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Whisnu M)