Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) berharap masyarakat dan wisatawan tidak memasuki dan beraktivitas di radius tiga kilometer Gunung Awu, Kabupaten Kepulauan Sangihe, Sulawesi Utara. ANTARA/HO-ESDM
Gunung Awu Level Waspada, Warga dan Wisatawan Diimbau Tak Masuk Radius 3 Km
Whisnu Mardiansyah • 19 March 2026 08:07
Manado: Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengimbau masyarakat dan wisatawan untuk tidak memasuki dan beraktivitas di radius tiga kilometer dari Gunung Awu, Kabupaten Kepulauan Sangihe, Sulawesi Utara. Saat ini, tingkat aktivitas Gunung Awu berada pada Level II atau Waspada.
Pelaksana Tugas Badan Geologi Lana Sario mengatakan imbauan ini dikeluarkan berdasarkan laporan aktivitas gunung api periode 16 hingga 28 Februari 2026. "Tingkat aktivitas Gunung Awu Level II (Waspada)," kata Lana dalam laporan yang diterima di Manado seperti dilansir Antara, Kamis, 19 Maret 2026.
Masyarakat diimbau untuk mematuhi rekomendasi yang dikeluarkan oleh Badan Geologi melalui Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi. Warga juga diminta tidak terpancing oleh berita-berita yang tidak benar dan tidak bertanggung jawab terkait aktivitas gunung.
Masyarakat diharapkan mengikuti arahan instansi yang berwenang, yakni Badan Geologi, yang akan terus melakukan koordinasi dengan BNPB, BMKG, kementerian dan lembaga terkait, pemerintah daerah, serta instansi lainnya.
Baca Juga :
BMKG Pantau Sebaran Abu Vulkanik Gunung Marapi
Pengamatan instrumental pada periode tersebut mencatat beberapa aktivitas kegempaan, antara lain 162 kali gempa vulkanik dangkal dengan rata-rata 12 kejadian per hari, 3 kali gempa vulkanik dalam, dan 280 kali gempa tektonik jauh.
Energi gempa vulkanik secara keseluruhan berdasarkan perataan amplitudo rekaman gempa Real Time Seismic Amplitude Measurement menunjukkan nilai fluktuatif. Kondisi gempa vulkanik dangkal saat ini mengalami sedikit penurunan dibanding periode sebelumnya, dari rata-rata 14 kejadian per hari menjadi 12 kejadian per hari. Meski menurun, jumlah tersebut masih di atas normal.
Rentetan gempa vulkanik dalam dan vulkanik dangkal (Spasmodic Burst) tidak terekam. Namun, dengan jumlah gempa vulkanik dangkal yang masih di atas normal mengindikasikan proses magmatik dan akumulasi tekanan masih terus berlangsung di kedalaman dangkal.
.jpeg)
Ilustrasi erupsi gunung.Dokumentasi/ BPPTG
Dari hasil pengamatan visual dan instrumental, aktivitas magmatik di Gunung Awu masih terjadi secara aktif. Meskipun kondisi kegempaan fluktuatif, aktivitas magma masih perlu diwaspadai.
Kejadian peningkatan kegempaan cukup tinggi dan secara tiba-tiba (swarm gempa vulkanik) maupun peningkatan gempa low frequency masih perlu diwaspadai di masa mendatang.
Potensi bahaya Gunung Awu yang mungkin terjadi meliputi erupsi magmatik berupa lontaran material pijar dan/atau aliran eksplosif yang menghasilkan piroklastik, erupsi magmatik efusif yang menghasilkan aliran lava, maupun erupsi freatik yang didominasi uap, gas gunung api, atau material erupsi sebelumnya.