Kabagops Polres Sekadau AKP Sugiyanto bersama sejumlah tim pencari dari TNI, Basarnas, BPBD, Lantas Hutan (LTH), Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) Sekadau, pemadam kebakaran, serta masyarakat setempat telah berhasil mencapai titik lokasi kejadian (TKP). di
Gelap dan Medan Terjal, Evakuasi Jatuhnya Helikopter PK-CFX Dilanjutkan Besok
Whisnu Mardiansyah • 16 April 2026 22:54
Sekadau: Tim pencarian gabungan memutuskan menunda proses evakuasi korban helikopter milik PT Matthew Air dengan nomor registrasi PK-CFX hingga Jumat, 17 April 2026. Penundaan ini disebabkan kondisi medan dan keterbatasan jarak pandang di lokasi jatuhnya helikopter di Kabupaten Sekadau, Kalimantan Barat.
"Tim sudah berada di lokasi jatuhnya helikopter. Namun karena kondisi gelap dan medan yang terjal, evakuasi belum memungkinkan dilakukan malam ini," kata Kabagops Polres Sekadau, AKP Sugiyanto, di Nanga Taman seperti dilansir Antara, Jumat, 17 April 2026.
Dia mengatakan tim gabungan telah berhasil mencapai titik lokasi kejadian. Tim tersebut terdiri atas personel TNI, Basarnas, BPBD, Lantas Hutan (LTH), Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) Sekadau, pemadam kebakaran, serta masyarakat setempat.
Sugiyanto menjelaskan, tim saat ini bermalam atau bivak di sekitar 50 meter dari titik lokasi jatuhnya helikopter di Kecamatan Nanga Taman, Kabupaten Sekadau, Kalimantan Barat. Tim menunggu kondisi yang lebih memungkinkan pada pagi hari.
"Kami bivak terlebih dahulu di atas bukit. Besok pagi evakuasi akan dilakukan dengan menggunakan peralatan yang saat ini sudah mulai dikirim ke lokasi," tuturnya.
Pencarian Udara Terkendala Cuaca, Tim Darat Tembus Medan Berat
Sebelumnya, Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (Kansar) Pontianak, I Made Junetra, memastikan tim gabungan terus memaksimalkan upaya pencarian dan evakuasi setelah adanya indikasi temuan serpihan helikopter dari hasil pemantauan udara.
"Setelah briefing, kami menerima informasi awal adanya serpihan di titik koordinat yang telah diidentifikasi. Namun ini masih berdasarkan pengamatan dari udara," kata Junetra.
Ia menyebutkan, pencarian udara telah dilakukan sebanyak dua hingga tiga kali untuk memastikan lokasi. Namun, operasi sangat bergantung pada kondisi cuaca dan keselamatan penerbangan.
Tim darat yang dipimpin on-scene commander (OSC) dari Sintang juga telah bergerak mendekati lokasi. Tim harus menghadapi medan berat dengan kemiringan tebing curam dan vegetasi rapat.
"Tim di lapangan terus berupaya mendekati titik koordinat meski kondisi medan cukup menantang," ujarnya.
Basarnas juga telah berkoordinasi dengan berbagai pihak, termasuk kepolisian, untuk kesiapan tim Disaster Victim Identification (DVI). Basarnas juga menyiapkan dukungan rumah sakit dan ambulans sebagai langkah antisipasi.
Selain itu, posko utama telah dibuka di Pontianak untuk memudahkan koordinasi dan pelayanan informasi kepada keluarga korban.
.jpg)
Tim pencari menemukan benda yang diduga helikopter milik PT Matthew Air dengan nomor registrasi PK-CFX yang dikabarkan hilang kontak di daerah Sekadau (ANTARA/HO : Tim Pencari korban helikopter)
Delapan Orang dalam Manifest Helikopter
Helikopter jenis Airbus H130 tersebut diketahui mengangkut delapan orang. Mereka terdiri atas Kapten Marindra W sebagai pilot, Harun Arasyd sebagai kopilot, serta enam penumpang bernama Patrick K, Victor T, Charles L, Joko C, Fauzie O, dan Sugito.
Berdasarkan kronologi, helikopter lepas landas dari helipad PT CMA di Desa Nanga Keruap, Kabupaten Melawi, pada pukul 07.34 WIB. Helikopter kemudian dilaporkan hilang kontak pada pukul 08.39 WIB saat dalam penerbangan menuju helipad PT GAN di Desa Teluk Bakung, Sungai Ambawang, Kabupaten Kubu Raya.
Hingga berita ini diturunkan, proses evakuasi masih menunggu pelaksanaan pada hari berikutnya dengan mengedepankan faktor keselamatan seluruh personel di lapangan.