Operasi SAR Hari Keenam Longsor Cisarua Diwarnai Cuaca Buruk

Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Jawa Barat menyiapkan suntik anti tetanus bagi relawan yang terlibat proses evakuasi korban longsor Cisarua, Bandung Barat. Metrotvnews.com/Roni Kurniawan

Operasi SAR Hari Keenam Longsor Cisarua Diwarnai Cuaca Buruk

Roni Kurniawan • 29 January 2026 20:52

Bandung: Operasi pencarian korban longsor hari keenam di Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat (KBB), Jawa Barat, terus dilakukan pada Kamis, 29 Januari 2027. Hujan dengan intensitas ringan hingga sedang yang terjadi sejak pagi menyebabkan visibilitas terbatas serta meningkatkan kejenuhan tanah di area longsoran.

Kepala Kantor SAR Bandung, Ade Dian Permana mengatakan kondisi tersebut berdampak langsung pada tingginya potensi longsor susulan di lokasi pencarian. Oleh karena itu, tim SAR gabungan menerapkan protokol keselamatan secara ketat.

"Berdasarkan asesmen tim keselamatan dan hasil pemantauan di lapangan, proses pencarian akan dihentikan sementara apabila terjadi peningkatan curah hujan, perubahan kondisi lereng, maupun adanya indikasi bahaya di area kerja," ujar Ade di Posko Basarnas, Desa Pasirlangu, Kamis, 29 Januari 2026.

Berdasarkan data dari tim Disaster Victim Identification (DVI), hingga pukul 16.00 WIB proses identifikasi telah mencapai 41 jiwa dari total 42 bodypack yang masuk dalam tahapan pemeriksaan identifikasi terakhir. Proses identifikasi tersebut masih terus dilanjutkan secara intensif.

"Untuk keterangan lebih lanjut, rekan-rekan media dapat menghubungi Incident Commander di posko utama yang berada di kantor desa," sahut Ade.

Evakuasi korban longsor di Cisarua, Bandung Barat. (Dok BNPB)

Ade menuturkan, operasi SAR akan terus dilanjutkan secara bertahap dan terukur dengan menyesuaikan perkembangan kondisi cuaca, stabilitas lereng, serta rekomendasi dari safety officer di lapangan.

"Kami mohon doa dari seluruh masyarakat agar proses pencarian korban yang masih dinyatakan hilang dapat berjalan lancar," pungkasnya.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Lukman Diah Sari)