Iman Rachman mengundurkan diri dari jabatan Direktur Utama BEI. Foto: YouTube Metro TV.
Dari Danareksa hingga BEI, Ini Perjalanan Karier Iman Rachman
Ade Hapsari Lestarini • 30 January 2026 13:14
Jakarta: Iman Rachman menyatakan mundur dari jabatannya sebagai Direktur Utama PT Bursa Efek Indonesia (BEI). Pria yang menjabat sebagai Dirut BEI sejak 2022 itu merasa bertanggung jawab atas anjloknya Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) selama dua hari terakhir.
Berikut rekam jejak Iman Rachman selama menjadi Dirut BEI, dilansir laman BEI, Jumat, 30 Januari 2026. Iman menjabat sebagai Direktur Utama BEI melalui Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) pada 29 Juni 2022.
Iman memulai kariernya sebagai Manager di PT Danareksa Sekuritas (1998-2003), kemudian Direktur Investment Banking PT Mandiri Sekuritas (2003-2016), Direktur Keuangan PT Pelabuhan Indonesia II (Persero) (2016-2018), Direktur Keuangan PT Pelabuhan Indonesia III (Persero) (2018-2019), dan Direktur Utama PT Perusahaan Pengelola Aset (Persero) (2019-2020).
Jabatan terakhir Iman Rachman sebelum menjadi Direktur Utama BEI adalah sebagai Direktur Strategi, Portofolio, dan Pengembangan Usaha PT Pertamina (Persero) (2020-2022).
Iman memperoleh gelar Sarjana Ekonomi dari Universitas Padjajaran pada 1995 dan Magister of Business Administration (MBA) Finance dari Leeds University Business School pada 1997.

Iman Rachman mengundurkan diri dari jabatan Direktur Utama BEI. Foto: dok BEI.
Berharap industri pasar modal terus tumbuh
Melansir Medcom.id, saat awal kariernya sebagai Dirut BEI pada 2022, Iman dan jajaran direksi lainnya siap melakukan inovasi produk untuk menjalankan strategi bursa ke depan. Harapannya industri pasar modal bisa terus tumbuh dan berkembang lebih baik lagi.
Iman memastikan direksi-direksi sebelumnya telah melakukan serangkaian strategi untuk terus menumbuhkan pasar modal Indonesia, termasuk dalam hal produk perdagangan. "Kami akan melakukan beberapa inovasi produk yang mungkin sudah terpikirkan tapi belum dilakukan direksi sebelumnya," katanya, dalam konferensi pers, Rabu, 29 Juni 2022.
Tak hanya itu, ia mengklaim, di bawah kepemimpinannya BEI akan semakin efisien. Di pos I Gede Nyoman Yetna yaitu terkait penilaian perusahaan contohnya, bursa kedepannya akan lebih memudahkan perusahaan-perusahaan bergabung dan melakukan fundraising di bursa. Dengan demikian, BEI akan menjadi bursa yang atraktif.
Lalu dari sisi perdagangan, ia menginginkan peningkatan likuiditas perdagangan. Hal tersebut diyakini dapat tercapai dengan dukungan dari seluruh stakeholder. "Di tempat Pak Irvan sebagai Direktur Perdagangan yang akan dilakukan adalah peningkatan likuiditas perdagangan. Sehingga kami berharap target-target direksi akan terpenuhi," ujar Iman.
Adapun beberapa target yang ia ingin capai hingga 2026 adalah kapitalisasi pasar yang mencapai Rp13.500 triliun, peningkatan jumlah investor sebanyak dua kali lipat dari saat ini, dan peningkatan jumlah emiten 100 persen di 2026.