Turki Peringatkan AS agar Tidak Menyerang Iran

Menlu Turki Hakan Fidan. Foto: Anadolu

Turki Peringatkan AS agar Tidak Menyerang Iran

Muhammad Reyhansyah • 29 January 2026 15:56

Ankara: Menteri Luar Negeri Turki, Hakan Fidan, memberikan peringatan keras bahwa serangan militer AS terhadap Iran adalah langkah yang salah. Fidan mendesak Washington dan Teheran untuk segera mengutamakan jalur diplomasi guna meredam eskalasi di kawasan Timur Tengah yang kian memanas.

Dalam wawancara dengan Al Jazeera, Fidan menekankan pentingnya kerja sama regional di tengah pengerahan aset militer AS yang masif di perbatasan Iran. 

"Adalah sebuah kesalahan besar untuk memulai perang kembali," tegas Fidan menanggapi potensi konfrontasi bersenjata antara kedua negara tersebut, seperti dikutip Anadolu, Kamis, 29 Januari 2026.

Fidan mengungkapkan bahwa resolusi diplomatik masih sangat mungkin dicapai karena Iran menunjukkan kesiapan untuk merundingkan kembali berkas nuklir mereka. Ia menyarankan agar otoritas Amerika Serikat tidak menuntut kesepakatan menyeluruh dalam satu waktu, melainkan menyelesaikannya secara bertahap.

"Saran saya kepada rekan-rekan Amerika adalah tutup berkas dengan Iran satu per satu. Mulailah dengan masalah nuklir, selesaikan, baru kemudian masalah lainnya," ujar Fidan.

Menurutnya, menaruh semua isu dalam satu paket kesepakatan akan sulit diterima oleh kepemimpinan Iran dan berisiko dianggap sebagai tindakan yang merendahkan kedaulatan mereka.

Lebih lanjut, Menlu Fidan mengatakan bahwa Iran memiliki potensi untuk menempati posisi strategis dalam tatanan regional. Namun, ia juga memberikan catatan agar Teheran aktif membangun kepercayaan dengan negara-negara tetangga.

"Mereka (Iran) perlu menciptakan kepercayaan di kawasan ini. Mereka harus memperhatikan bagaimana mereka dipersepsikan oleh negara-negara regional, karena kita semua akan terus bertetangga di sini," tambah Fidan.

Fidan menekankan bahwa meskipun terdapat perbedaan ideologi dan mazhab, negara-negara di Timur Tengah harus tetap bekerja sama dalam kerangka sistem negara bangsa demi stabilitas bersama.

(Kelvin Yurcel)

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Fajar Nugraha)