Peternak merawat sapi kurban bantuan dari Presiden Prabowo Subianto di Kelurahan Tubo, Ternate, Maluku Utara, Minggu (17/5/2026). (ANTARAFOTO/Andri Saputra)
3 Tahun Dirawat, Kamandanu Akhirnya Terpilih Jadi Sapi Kurban Presiden di Ternate
Whisnu Mardiansyah • 19 May 2026 14:51
Ternate: Presiden Prabowo Subianto membeli seekor sapi jenis Limousin Cross dengan bobot mencapai 859 kilogram dari seorang peternak lokal. Hewan tersebut disiapkan sebagai sumbangan kurban kepada masyarakat Kota Ternate, Maluku Utara, menjelang perayaan Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah.
Pemilik Omah Ternak Subaim Sugeng mengatakan sapi bernama Kamandanu tersebut telah dipelihara selama hampir tiga tahun sebelum akhirnya dibeli sebagai hewan kurban bantuan Presiden.
"Kamandanu kami rawat secara intensif sejak bibitnya didatangkan dari Kabupaten Halmahera Utara. Pakan hariannya berupa sentrat, ampas tahu, dan silase dari batang jagung yang dicampur EM4," kata Sugeng di Ternate, seperti dilansir Antara, Selasa, 19 Mei 2026.
Menurut Sugeng, selain menjaga pola makan, pihaknya juga rutin membersihkan kandang dan melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala untuk memastikan kondisi sapi tetap dalam keadaan prima hingga menjelang Iduladha.
Ia mengaku merasa bangga karena sapi hasil peternakan lokal Maluku Utara dipercaya menjadi hewan kurban Presiden untuk masyarakat Kota Ternate. "Ini menjadi kebanggaan tersendiri bagi kami peternak lokal. Kami tidak menyangka sapi yang dirawat bertahun-tahun akhirnya dipilih menjadi bantuan Presiden," ujarnya.
Rencananya, sapi bantuan Presiden tersebut akan disembelih di Masjid Al-Munawwar sesuai dengan arahan Pemerintah Kota Ternate. Pemerintah pusat diketahui menyalurkan masing-masing satu ekor sapi kurban bantuan Presiden untuk 11 kabupaten dan kota di Provinsi Maluku Utara. Program ini merupakan bagian dari bantuan kemasyarakatan menjelang Iduladha 2026.
Selain untuk Kota Ternate, Presiden Prabowo juga menyalurkan bantuan satu ekor sapi kurban untuk Kabupaten Pulau Morotai. Sapi berbobot 800 kilogram itu didatangkan dari Kabupaten Halmahera Utara karena di wilayah Morotai belum tersedia sapi dengan ukuran yang serupa.
Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Pulau Morotai, Tamhid Bilo, menyampaikan bahwa sapi bantuan Presiden tersebut dijadwalkan akan dikirim ke Morotai dua hari sebelum Lebaran Iduladha.
.jpg)
Ilustrasi Medcom.id
"H-2 baru didistribusikan dari Tobelo untuk Kabupaten Pulau Morotai. Karena di Morotai belum ada sapi dengan bobot seperti itu, sehingga harus diambil di Tobelo," katanya.
Ia menambahkan bahwa bantuan sapi kurban Presiden untuk Morotai pada tahun ini memiliki bobot 800 kilogram, sedikit lebih kecil dibandingkan dengan bantuan tahun sebelumnya yang mencapai sekitar 850 kilogram.