Presiden Iran Masoud Pezeshkian. (Anadolu Agency)
Pezeshkian Sebut Calon Menhan Iran Masuk Daftar Pembunuhan AS
Willy Haryono • 18 October 2026 15:05
Teheran: Presiden Iran Masoud Pezeshkian mengatakan bahwa calon menteri pertahanan Mehrdad Akhlaqi Ketabchi telah masuk dalam "daftar pembunuhan" Amerika Serikat, dan ia berharap Akhlaqi dapat "bertahan hidup" selama masa jabatannya nanti.
Menurut kantor berita semi-resmi ISNA, Minggu, 18 Oktober 2026, Pezeshkian menyampaikan pernyataan itu melalui sambungan virtual kepada parlemen Iran dalam sidang yang membahas pencalonan Akhlaqi sebagai menhan.
Pezeshkian mengatakan Akhlaqi berada di bawah sanksi AS dan mengklaim namanya juga masuk dalam daftar target pembunuhan Washington.
Ia berharap Akhlaqi dapat “menjaga dirinya” dan, dengan dukungan lembaga-lembaga negara, “tetap hidup” serta melanjutkan tugasnya untuk memperkuat kemampuan pertahanan Iran.
Pezeshkian mendesak anggota parlemen memberikan dukungan kuat terhadap pencalonan Akhlaqi. Menurutnya, calon tersebut mendapat dukungan dari berbagai unsur pertahanan Iran, termasuk angkatan bersenjata, Korps Garda Revolusi Islam (IRGC), Kementerian Pertahanan, dan lembaga keamanan.
Profil Calon Menteri Pertahanan Iran
Akhlaqi merupakan pejabat senior Kementerian Pertahanan Iran yang telah lama menjabat di lembaga tersebut. Ia sebelumnya memimpin Organisasi Industri Dirgantara Iran dan Kelompok Industri Shahid Bagheri (Shahid Bagheri Industrial Group/SBIG), yang dikaitkan dengan program rudal balistik negara itu.Akhlaqi dikenai sanksi AS terkait keterlibatannya dalam aktivitas Iran yang berhubungan dengan pengembangan rudal. Ia dicalonkan untuk menggantikan mantan Menteri Pertahanan Aziz Nasirzadeh, yang tewas dalam serangan AS-Israel terhadap Iran pada awal tahun ini.
Pezeshkian mengatakan Iran tidak berniat menyerang negara lain, tetapi akan memberikan respons keras jika wilayahnya diserang.
“Pertahanan kami bukan hanya rudal; pertahanan kami adalah rakyat serta persatuan dan kekompakan yang kami miliki di negara ini,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa Teheran tidak akan mundur menghadapi tekanan dan apa yang disebutnya sebagai tindakan “intimidasi” dari negara-negara yang menyerang Iran.
Baca juga: Menhan Pete Hegseth Desak Iran Berunding atau Bersiap Hadapi Serangan AS