Serpihan benda langit misterius yang jatuh di kawasan perkebunan sawit di wilayah Sampit, Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah. ANTARA/HO-BRIN
BRIN Identifikasi Benda Misterius di Sampit Serpihan Roket Milik Tiongkok
Whisnu Mardiansyah • 21 October 2026 12:23
Sampit: Peneliti Astrofisika Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Thomas Djamaluddin, mengidentifikasi serpihan benda misterius yang ditemukan di kawasan perkebunan kelapa sawit di Sampit, Kalimantan Tengah (Kalteng), sebagai dugaan bagian dari roket ZhuQue-2E (ZQ-2E) asal China.
Thomas menjelaskan benda tersebut merupakan sampah antariksa yang memasuki kembali atmosfer Bumi. Berdasarkan penelusuran data orbit, bekas roket itu melintasi wilayah Kalimantan pada Minggu, 18 Oktober 2026, sebelum kembali memasuki atmosfer.
"Berdasarkan data orbit yang kami telusuri, bekas roket ZhuQue-2E melintas dari arah utara ke selatan di atas wilayah Kalimantan pada 18 Oktober 2026. Sekitar pukul 17.36 WIB, lintasannya berada di sekitar Sampit. Waktu ini sesuai dengan laporan warga yang mendengar suara gemuruh pada sore hari tersebut," kata Thomas, seperti dilansir Antara, Rabu, 21 Oktober 2026.
Thomas menyampaikan kesesuaian antara waktu lintasan orbit dan laporan warga menjadi salah satu petunjuk untuk menelusuri asal serpihan tersebut. Hasil analisis menunjukkan lintasan itu merupakan jalur terakhir bekas roket sebelum memasuki kembali atmosfer Bumi dan tidak lagi berada di orbit.
"Data menunjukkan bahwa itu merupakan lintasan orbit terakhir bekas roket tersebut sebelum kembali memasuki atmosfer Bumi. Kesesuaian antara waktu lintasan dan laporan warga menjadi dasar kuat untuk menduga bahwa benda yang ditemukan di Sampit merupakan bagian dari sampah antariksa ZhuQue-2E," ujarnya.
ZhuQue-2E merupakan roket peluncur satelit yang dikembangkan perusahaan antariksa komersial asal China, LandSpace. Roket ini menggunakan kombinasi bahan bakar metana cair dan oksigen cair, yang dikenal sebagai teknologi liquid oxygen–liquid methane atau methalox.
Teknologi propulsi tersebut menjadi salah satu pilihan yang dikembangkan dalam industri antariksa untuk mendukung sistem peluncuran roket.

Foto: Dok. Space
Mengacu pada informasi peluncuran yang dipublikasikan Xinhua, ZhuQue-2E Y4 meluncur dari kawasan peluncuran Dongfeng, China, pada 14 Oktober 2026. Roket tersebut membawa sepuluh satelit.
"Misi peluncuran tersebut dinyatakan berhasil setelah seluruh satelit ditempatkan pada orbit yang telah ditentukan. Setelah menyelesaikan tugasnya, bagian roket yang tidak lagi digunakan dapat tetap mengorbit Bumi untuk sementara waktu. Seiring waktu, hambatan atmosfer secara bertahap menurunkan ketinggian orbit hingga bagian tersebut memasuki kembali atmosfer Bumi," kata Thomas Djamaluddin.
Meski penelusuran orbit memberikan petunjuk kuat mengenai asal serpihan, Thomas menegaskan pemeriksaan fisik masih diperlukan untuk memastikan identitas benda tersebut. Pemeriksaan mencakup pencocokan bentuk, material, serta penandaan pada serpihan dengan informasi teknis roket ZhuQue-2E.