Ilustrasi perlengkapan modifikasi cuaca. Foto: dok. Medcom.
Operasi Modifikasi Cuaca Lintas Sektor Pulihkan Udara Sumatra Slatan
Gabriella Thesa Widiari • 4 November 2026 17:42
Jakarta: Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) yang digelar tim gabungan di Sumatra Selatan mulai menunjukkan hasil positif. Kualitas udara, curah hujan, hingga jarak pandang di wilayah tersebut berangsur membaik.
Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Arif Satria menyampaikan pemulihan kondisi lingkungan merupakan hasil kerja sama lintas instansi. Kolaborasi melibatkan BRIN, TNI, BMKG, BNPB, Kementerian Kehutanan, Polri, serta pemerintah daerah.
“Setelah kita melihat kerja keras dari teman-teman TNI AU bersama BMKG, BNPB, Kementerian Kehutanan, TNI Angkatan Darat, Polri, serta teman-teman dari BRIN, kita bisa menyaksikan upaya yang sudah maksimal di Sumatra Selatan,” kata Arif dilansir dari Antara, Rabu, 4 November 2026.
Baca Juga :
Selain perbaikan kualitas udara, intensitas hujan harian di Sumatra Selatan juga mulai meningkat. Jarak pandang yang sempat berada di bawah 300 meter kini melonjak hingga mendekati 8.000 meter.
“Sekarang ini, kondisi di Sumatra Selatan, hujan sudah turun setiap hari. Kita bersyukur bahwa langkah yang sudah dilakukan oleh tim, tentu didukung oleh pemerintah daerah dan pemerintah provinsi,” ujar Arif.
Guna meningkatkan efisiensi ke depan, BRIN tengah menyiapkan teknologi baru bernama Dumakron yang memanfaatkan bahan semai NaCl berukuran 2–5 mikron. Penyebaran garam halus tersebut akan mengandalkan armada pesawat nirawak atau drone.

Ilustasi operasi modifikasi cuaca. Foto: BMKG.
Teknologi baru itu rencananya akan diterapkan pada operasi penanganan karhutla di wilayah Kalimantan. Penggunaan drone dinilai mampu menekan biaya operasional sekaligus meningkatkan efektivitas penyemaian.
“Dengan Dumakron ini, tentu pelaksanaannya lebih efisien, lebih murah, dan lebih efektif. Teknologi ini akan kita gunakan bersama-sama,” kata Arif.
Berdasarkan data rekapitulasi penanganan di Sumatra Selatan, pemadaman udara (water bombing) menggunakan helikopter telah dilakukan sebanyak 756 kali penerbangan dengan total 81 juta liter air. Sementara itu, penyemaian awan via OMC berlangsung sebanyak 117 kali penerbangan dengan mengangkut 145,2 ton garam serta 24,7 ton es kering (dry ice).