BNPB: Korban Bencana Hidrometeorologi di Lumajang Bertambah 1.567 KK

Ilustrasi bencana hidrometeorologi. Foto: Antara.

BNPB: Korban Bencana Hidrometeorologi di Lumajang Bertambah 1.567 KK

Gabriella Thesa Widiari • 3 November 2026 18:39

Jakarta: Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat jumlah korban rangkaian bencana hidrometeorologi di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, bertambah menjadi 1.567 kepala keluarga (KK). Angka tersebut meningkat dibandingkan pendataan sebelumnya yang mencatat 1.417 KK terdampak.

“Ada dua jiwa yang meninggal, kemarin sudah kami sampaikan, mereka ini adalah bapak dan anak. Ada 1.567 KK yang terdampak dan ini masih dalam pendataan,” kata Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton Panjaitan dilansir dari Antara, Selasa, 3 November 2026.

Rangkaian bencana berupa cuaca ekstrem, tanah longsor, banjir bandang, dan tanggul jebol ini merusak 1.417 rumah warga. Bencana tersebut juga mengganggu akses jalan, jaringan listrik, hingga sektor pertanian di wilayah setempat.


Ilustrasi longsor. Foto: Antara. 

Berton memastikan bahwa dampak bencana sudah dalam penanganan tim Reaksi Cepat (TRC) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lumajang dan tim gabungan lainnya. Para petugas disiagakan di tiga kecamatan terdampak, yakni Pasirian, Jatiroto dan Tempursari, yang mencakup delapan desa meliputi Gondoruso, Rojopolo, Purorejo, Tempursari, Bulurejo, Punorejo, Kaliuling, dan Pundungsari.

“Mereka melakukan mulai dari pendataan hingga menyalurkan bantuan logistik bagi warga terdampak. Petugas juga membuka kembali akses jalan yang tertutup longsor pada jalur Tamansari-Iburaja,” kata Berton.

BNPB meminta pemerintah daerah setempat meningkatkan mitigasi terhadap potensi bencana susulan. Langkah antisipasi difokuskan pada pemantauan debit air sungai, jembatan limpasan, kondisi tanggul, serta pemulihan jaringan listrik.

(Gabriella Thesa Widiari)