Presiden Amerika Serikat Donald Trump. Foto: Anadolu
Trump Tawarkan Imbalan Rp18 Miliar Setiap Laporan Kecurangan Pemilu Sela
Fajar Nugraha • 27 October 2026 12:15
Washington: Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengatakan pada hari Senin bahwa ia berencana memberikan USD1 juta atau sekitar Rp18,1 miliar kepada siapa pun yang melaporkan kecurangan pemilih dalam pemilihan sebelumnya atau pemilihan paruh waktu mendatang pada 3 November.
Hadiah ini akan diberikan dengan syarat informasi tersebut berujung pada penangkapan dan vonis hukuman terhadap pihak yang bertanggung jawab.
"Siapa pun yang melaporkan kecurangan pemilih dalam pemilihan sebelumnya, atau pemilihan paruh waktu mendatang, akan dibayar USD1.000.000 setelah pihak yang melakukan kecurangan tersebut ditangkap dan divonis hukuman!" ujar Trump melalui platform Truth Social, seperti dikutip dari Anadolu, Selasa 27 Oktober 2026.
Pengumuman ini disampaikan saat AS bersiap menggelar pemilihan paruh waktu pekan depan, di mana para pemilih akan menentukan partai mana yang akan mengendalikan Kongres, di tengah meningkatnya perselisihan politik mengenai integritas pemilihan umum.
Pembagian dividen
Sebelumnya, Trump mengatakan setiap warga AS dewasa akan menerima pembayaran USD5.000 atau senilai Rp88 juta jika Partai Republik berhasil mempertahankan kendali atas DPR dan Senat dalam pemilu paruh waktu atau paruh waktu November mendatang.Trump menyampaikan janji tersebut dalam konvensi Partai Republik di Dallas, Texas, Rabu, 9 September 2026. Ia menyebut pembayaran itu sebagai "Trump Dividends", tetapi tidak menjelaskan bagaimana program tersebut akan dijalankan maupun sumber pendanaannya.
“Jika Partai Republik memenangkan DPR dan Senat, keduanya, saya akan memberikan dividen kepada setiap warga dewasa di Amerika Serikat sebesar USD5.000,” kata Trump, September 2026 lalu.
Dengan hampir 270 juta warga dewasa di AS, pembayaran tersebut berpotensi menelan biaya sekitar USD1,3 triliun. Trump mengatakan, uang itu harus dibelanjakan di dalam negeri, tetapi belum menjelaskan bagaimana kegunaannya.
Wakil Presiden JD Vance memicu rencana itu dengan penerimaan yang diperoleh Trump melalui kebijakan tarif AS terhadap barang impor.
“Apa yang dibicarakan presiden pada dasarnya adalah dividen untuk para pekerja Amerika,” kata Vance kepada Fox News.
Menurut Vance, pemerintah memperoleh pendapatan dalam jumlah besar melalui kebijakan tarif terhadap perusahaan dan negara asing yang dinilainya telah mengambil keuntungan dari pekerja Amerika.