KAI-INKA Investasi Rp14,88 Triliun, Ini Daftar Rute Kereta New Generation

Ilustrasi kereta api. Foto: Dok. Istimewa

KAI-INKA Investasi Rp14,88 Triliun, Ini Daftar Rute Kereta New Generation

Angel Rinella • 13 October 2026 20:05

Jakarta: PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI Group bersama PT Industri Kereta Api (Persero) atau INKA menginvestasikan hingga Rp14,88 triliun untuk memperbarui sarana perkeretaapian nasional. Pengadaan ini mencakup kereta Stainless Steel New Generation, Commuter Line, LRT Jabodebek, kereta luxury, dan gerbong angkutan batu bara.

Vice President Corporate Communication KAI, Anne Purba, mengatakan kerja sama berkelanjutan dengan INKA dapat meningkatkan kapasitas produksi, kualitas produk, kompetensi sumber daya manusia, dan layanan purnajual industri perkeretaapian nasional.

“Pengadaan sarana membutuhkan perencanaan jangka panjang, kualitas yang konsisten, dan ketepatan penyelesaian. KAI Group mendorong kolaborasi profesional dengan INKA agar kebutuhan operasional dapat dipenuhi sekaligus memperkuat kemampuan industri perkeretaapian nasional,” kata Anne dalam keterangan tertulis, Selasa, 13 Oktober 2026.

Dalam program penggantian sarana periode 2023–2027, KAI memesan 612 unit kereta Stainless Steel New Generation dari INKA senilai Rp5,5 triliun. Dari 56 rangkaian yang dipesan, sebanyak 40 rangkaian telah diserahterimakan kepada KAI, dengan 39 rangkaian sudah beroperasi dan satu lainnya masih dalam persiapan.

“Sebanyak 39 rangkaian Stainless Steel New Generation produksi INKA telah digunakan dalam pelayanan. Pembaruan ini dilakukan secara bertahap agar kualitas perjalanan dan kesiapan sarana dapat terus terjaga,” ujar Anne.

Untuk layanan perkotaan, KAI dan INKA mengalokasikan investasi Rp4,07 triliun bagi pengadaan Commuter Line baru dan program retrofit. Pengadaan baru mencakup 16 rangkaian atau 192 kereta senilai hampir Rp3,83 triliun, sedangkan retrofit meliputi dua rangkaian senilai lebih dari Rp238,63 miliar.

Dari 16 rangkaian Commuter Line baru, tujuh rangkaian atau 84 kereta telah beroperasi. Sementara itu, sembilan rangkaian lainnya masih menjalani proses produksi, pengujian, sertifikasi, dan persiapan operasional.

INKA juga memproduksi 31 rangkaian LRT Jabodebek dengan total 186 kereta. Nilai kontraknya berkisar Rp3,9 triliun hingga Rp4,1 triliun, dengan teknologi otomatis Grade of Automation 3 (GoA3).

Pada semester I-2026, LRT Jabodebek melayani 16.018.911 pelanggan atau meningkat 22,84 persen dibandingkan periode yang sama pada 2025.

Untuk layanan premium, KAI mengadakan 10 unit kereta luxury berkapasitas masing-masing 26 kursi. Satu unit tambahan disiapkan sebagai cadangan perawatan, dengan total nilai kontrak pengadaan mencapai Rp161,16 miliar.

Di sektor logistik, KAI dan INKA mengadakan 1.125 unit gerbong datar BM 54 ton senilai Rp1,05 triliun. Gerbong tersebut ditujukan untuk meningkatkan kapasitas angkutan barang di Sumatra Selatan, terutama batu bara yang menjadi salah satu sumber pasokan energi listrik nasional.

Sementara itu, kereta ekonomi New Generation terdiri atas rangkaian hasil modifikasi di Balai Yasa Manggarai dan rangkaian baru Stainless Steel New Generation produksi INKA. Kedua jenis sarana tersebut digunakan untuk melayani sejumlah perjalanan kereta api dengan rute berbeda.

Daftar Perjalanan Kereta Ekonomi New Generation

Berikut daftar perjalanan kereta ekonomi New Generation beserta rutenya:

  1. KA Blambangan Ekspres: Pasar Senen–Ketapang (PP).
  2. KA Dharmawangsa Ekspres: Pasar Senen–Surabaya Pasarturi (PP).
  3. KA Mutiara Timur: Surabaya Pasarturi–Ketapang (PP).
  4. KA Jonglosemarkerto: Purwokerto–Tegal–Solo Balapan, Solo Balapan–Semarang Tawang, serta Solo Balapan–Tegal–Solo Balapan.
  5. KA Brantas: Pasar Senen–Blitar (PP).
  6. KA Pangrango: Surabaya Pasarturi–Sukabumi (PP).
  7. KA Sancaka Utara: Surabaya Pasarturi–Cilacap (PP).
  8. KA Ranggajati: Cirebon–Jember (PP).
  9. KA Banyubiru Ekspres: Semarang Tawang–Solo Balapan (PP).
  10. KA Kamandaka: Semarang Tawang–Tegal–Purwokerto (PP) serta Semarang Tawang–Tegal–Cilacap (PP).
  11. KA Ijen Ekspres: Malang–Ketapang (PP).
  12. KA Pasundan: Kiaracondong–Surabaya Gubeng (PP).
  13. KA Matarmaja: Pasar Senen–Malang (PP).

Rute Kereta Stainless Steel New Generation

Selain kereta ekonomi hasil modifikasi, KAI juga menggunakan rangkaian baru Stainless Steel New Generation produksi INKA. Berikut daftar perjalanan yang tercantum dalam kelompok tersebut:

  1. KA Lodaya: Bandung–Solo Balapan (PP).
  2. KA Gaya Baru Malam Selatan: Pasar Senen–Surabaya Gubeng (PP).
  3. KA Mataram: Pasar Senen–Solo Balapan (PP).
  4. KA Jayabaya: Pasar Senen–Malang (PP).
  5. KA Bogowonto: Pasar Senen–Lempuyangan (PP).
  6. KA Batavia: Gambir–Solo Balapan (PP).
  7. KA Gumarang: Pasar Senen–Solo Balapan.
  8. KA Fajar Utama Solo: Pasar Senen–Solo Balapan.
  9. KA Senja Utama Solo: Solo Balapan–Pasar Senen.
  10. KA Tegal Bahari: Pasar Senen–Tegal (PP).
  11. KA Jaka Tingkir: Pasar Senen–Solo Balapan (PP).
  12. KA Progo: Pasar Senen–Lempuyangan (PP).
  13. KA Majapahit: Pasar Senen–Malang (PP).
  14. KA Ranggajati: Cirebon–Jember (PP).
  15. KA Cirebon Fakultatif: Cirebon–Gambir (PP).
  16. KA Bangunkarta: Jombang–Pasar Senen (PP).
  17. KA Singasari: Blitar–Pasar Senen (PP).

(Muhamad Marup)