Presiden Instruksikan Percepatan Transformasi PLN hingga Pembangunan PLTS 100 GWp

Presiden Prabowo Subianto menggelar pertemuan bersama Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi Bahlil Lahadalia, Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM Rosan Roeslani, serta Direktur Manajemen Proyek dan Energi Baru Terbarukan PT PL

Presiden Instruksikan Percepatan Transformasi PLN hingga Pembangunan PLTS 100 GWp

Gabriella Thesa Widiari • 15 October 2026 08:08

Jakarta: Presiden Prabowo Subianto menginstruksikan percepatan transformasi PT PLN (Persero) hingga pembangunan proyek pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) berkapasitas 100 gigawatt peak (GWp). Langkah tersebut untuk meningkatkan efisiensi, produktivitas, dan keandalan layanan kelistrikan nasional.

“Intinya, kami membicarakan bagaimana mengakselerasi transformasi di PLN agar menjadi lebih baik, lebih cepat, dan lebih tanggap. Kami juga membahas percepatan penggunaan 100 GWp panel surya,” ujar Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM Rosan Perkasa Roeslani, dikutip dari keterangan tertulis, Kamis, 15 Oktober 2026.

Hal itu disampaikan Rosan usai bertemu dengan Presiden Prabowo di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu, 14 Oktober 2026. Dalam pertemuan itu hadir pula Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi Bahlil Lahadalia, serta Direktur Manajemen Proyek dan Energi Baru Terbarukan PT PLN (Persero) Suroso Isnandar.

Rosan mengatakan, Kepala Negara meminta agar rancangan transformasi, khususnya model bisnis PLN, segera dipaparkan untuk ditindaklanjuti. Oleh karena itu, pihaknya akan berkoordinasi dengan tim PLN untuk melakukan asesmen dan menyusun usulan transformasi secara menyeluruh.

“Transformasi ini terutama dari segi model bisnisnya, agar segera dibuat dan dipaparkan kepada Presiden untuk ditindaklanjuti. Harapannya, langkah ini juga dapat mengurangi subsidi serta meningkatkan efisiensi dan produktivitas PLN,” kata Rosan.

Menurut Rosan, evaluasi model bisnis diperlukan untuk memastikan operasional PLN berjalan lebih efisien sekaligus mampu mendukung pertumbuhan ekonomi dan peningkatan kebutuhan listrik di berbagai wilayah Indonesia.


Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala Badan Koordinator Penanaman Modal (BKPM) Rosan Roeslani. Foto: MI/Insi Nantika Jelita

Direktur Manajemen Proyek dan Energi Baru Terbarukan PT PLN (Persero) Suroso Isnandar menambahkan, pertumbuhan ekonomi nasional yang positif berdampak pada melonjaknya permintaan listrik. Karena itu, PLN terus memperkuat keandalan serta pemeliharaan infrastruktur kelistrikan di berbagai wilayah.

“Ekonomi kita yang tumbuh baik menyebabkan permintaan listrik melonjak cukup tinggi. Ini sebetulnya merupakan sinyal yang baik, tetapi harus diikuti dengan keandalan dan pemeliharaan yang lebih baik,” ujar Suroso.

Suroso juga menanggapi gangguan listrik yang sempat terjadi di Batam dan Bintan akibat kendala pada salah satu transformator. Ia memastikan sistem kelistrikan di Batam telah pulih 100 persen, sedangkan mekanisme kompensasi bagi pelanggan terdampak akan ditinjau sesuai ketentuan.

“Pada saat ini, prioritas pertama kami adalah memulihkan kembali pelayanan kepada masyarakat. Setelah itu, mekanisme kompensasi akan kami tinjau sesuai peraturan yang berlaku,” pungkas Suroso.

(Gabriella Thesa Widiari)