Banjir Rendam Dua Desa di Nias Selatan, 75 KK Terdampak

Banjir di Kecamatan O’o’u dan Kecamatan Maniamolo di Kabupaten Nias Selatan, Provinsi Sumatra Utara, Jumat, 2 Oktober 2026. Dokumentasi/ BPBD Kabupaten Nias Selatan

Banjir Rendam Dua Desa di Nias Selatan, 75 KK Terdampak

Silvana Febiari • 3 October 2026 15:06

Nias Selatan: Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan banjir melanda dua desa di Kabupaten Nias Selatan, Sumatra Utara, Jumat, 2 Oktober 2026. Banjir terjadi setelah wilayah tersebut diguyur hujan dengan intensitas tinggi.

“BNPB menerima laporan kejadian banjir yang melanda Desa Hilimbowo, Kecamatan O’o’u, dan Desa Ndraso Maniamolo, Kecamatan Maniamolo, Kabupaten Nias Selatan, Sumatra Utara pada Jumat (2 Oktober),” kata Plt. Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan dalam keterangan tertulis, Sabtu, 3 Oktober 2026.

Sebanyak 75 kepala keluarga (KK) terdampak banjir tersebut. Selain itu, banjir menyebabkan kerusakan sementara pada sejumlah fasilitas umum.


“Kerusakan sementara meliputi sekitar 60 unit rumah, satu fasilitas kesehatan, satu fasilitas pendidikan, dan satu balai desa,” ujarnya.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Nias Selatan bersama pemerintah desa, kecamatan, dan dinas terkait telah melakukan koordinasi serta kaji cepat untuk mengetahui dampak banjir.

Hingga laporan terakhir, kondisi banjir berangsur surut. Penanganan selanjutnya akan dilakukan dengan membersihkan material lumpur serta menormalisasi sungai dan tembok penahan.


Banjir di Kecamatan O’o’u dan Kecamatan Maniamolo di Kabupaten Nias Selatan, Provinsi Sumatra Utara, Jumat, 2 Oktober 2026. Dokumentasi/ BPBD Kabupaten Nias Selatan


BNPB meminta pemerintah daerah dan masyarakat meningkatkan kewaspadaan pada awal Oktober. Pasalnya, periode pancaroba dapat memicu perubahan cuaca secara cepat.

“Mengingat masa transisi atau pancaroba sering diwarnai oleh cuaca ekstrem mendadak seperti hujan lebat bersuhu ekstrem dan angin kencang berdurasi singkat,” tuturnya.

Untuk mengantisipasi dampak cuaca ekstrem, masyarakat diminta melakukan sejumlah langkah sederhana di lingkungan tempat tinggal.

“Beberapa upaya kesiapsiagaan yang dapat dilakukan antara lain membersihkan got, selokan, dan talang air dari sampah agar aliran air lancar dan tidak memicu banjir lokal saat hujan lebat mendadak,” ungkap Berton.

Masyarakat juga diimbau memangkas dahan pohon yang sudah tua atau terlalu rimbun di sekitar rumah untuk mengurangi risiko pohon tumbang saat terjadi angin kencang. Selain itu, warga diminta rutin memantau prakiraan cuaca dan peringatan dini dari BMKG.

(Silvana Febiari)