Wasit asal Korea Selatan Ko Hyung-jin (kiri) memberikan kartu merah kepada pesepak bola Timnas Indonesia Thom Haye (kanan) saat melawan Timnas Malaysia pada pertandingan penyisihan Grup A FIFA ASEAN Cup 2026. Foto: ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga/YU.
Thom Haye Kartu Merah, Herdman Sebut Berkah Sekaligus Kutukan
Muhammad Adyatma Damardjati • 29 September 2026 00:19
Jakarta: Pelatih Timnas Indonesia John Herdman menilai kartu merah yang diterima Thom Haye sebagai berkah sekaligus kutukan bagi skuad Garuda. Momen tampil dengan 10 pemain sejak awal laga melawan Malaysia dinilai justru menjadi ajang pembuktian loyalitas dan militansi para pemain dalam membela Merah Putih.
"Saya sudah 25 tahun di sepak bola. Beberapa Piala Dunia, Olimpiade. Saya pernah beruntung dalam pertandingan soal kepemimpinan wasit, dan pernah juga sial. Yang saya pelajari, itu akan berimbang seiring waktu," ujar Herdman dalam konferensi pers di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, Senin, 28 September 2026.
Baca Juga :
Herdman enggan mengeluhkan keputusan wasit maupun Video Assistant Referee (VAR). Menurutnya, meski merugikan secara taktis, kartu merah tersebut berhasil menempal ikatan emosional dan persaudaraan antarpemain di atas lapangan.
"Malam ini kami mendapat kartu merah. Kartu merah itu memberi kesempatan bagi para pemain ini untuk menempa persaudaraan, belajar bagaimana berjuang bersama di momen untuk negara mereka, terus melangkah, terus berjuang," jelasnya.
Lebih lanjut, Herdman menegaskan perjuangan mati-matian 10 pemain hingga mampu mengamankan skor imbang 0-0 menjadi jawaban lugas atas keraguan publik terkait komitmen para pemain saat membela Timnas Indonesia.
.jpg)
Pesepak bola Tim Nasional Indonesia Rizky Ridho (kiri) berusaha menghalangi tendangan pesepak bola Tim Nasional Malaysia Paulo Josue (kanan) dalam pertandingan penyisihan Grup A FIFA ASEAN Cup 2026 di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Senayan, Jakarta. Foto: ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat/app/kye.
"Kami membutuhkan momen seperti itu. Kami perlu tahu bahwa para pemain ini datang ke sini dan berjuang untuk negara ini, karena kadang hal itu dipertanyakan. Mereka datang dan berjuang karena mereka peduli, ingin menang, dan ingin mengangkat trofi seperti yang belum pernah dilakukan tim atau pelatih lain. Anda melihatnya malam ini," tegas Herdman.
Senada dengan sang pelatih, kiper Timnas Indonesia Maarten Paes memilih untuk fokus pada hal-hal yang dapat dikendalikan tim di lapangan ketimbang meratapi keputusan wasit.
"Saya tidak melihat replay, jadi saya tidak bisa berkomentar. Seperti yang dikatakan pelatih, Anda harus mengontrol apa yang bisa dikontrol. Saat itu wasit memutuskan demikian. Saya sangat bangga dengan respons tim," tutur Paes.