Menkeu Sri Mulyani. Foto: Instagram @smindrawati
Perkembangan Teknologi Digital dan AI Untungkan Indonesia
Media Indonesia • 15 May 2024 13:22
Jakarta: Tren dunia yang cenderung mengadopsi teknologi digital dan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) dapat menjadi peluang bagi Indonesia. Sebab, operasionalisasi kecanggihan itu membutuhkan bahan baku mineral yang umumnya ada di Indonesia.
"Dalam dunia teknologi digital dan kecerdasan buatan, kebutuhan akan perubahan terhadap peralatan yang lebih banyak menggunakan listrik, akan menjadi sangat, sangat tinggi. Dan semua itu membutuhkan banyak mineral yang berasal dari Indonesia," kata Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati saat memberikan sambutan dalam kegiatan Fitch Ratings bertajuk Post-Election Political and Economic Paths, Jakarta, Rabu, 15 Mei 2024.
Hal itu menurut Sri Mulyani, membuat Indonesia mendapatkan momentum yang tepat dan strategis. Pasalnya saat ini Indonesia tengah berupaya menciptakan nilai tambah dari berbagai produk mineral melalui penghiliran nikel, tembaga yang dibutuhkan di era teknologi digital dan AI.
| Baca juga: Pemerintah Ngebet Jadikan ASEAN Pusat Industri Hilirisasi |
Pecut hilirisasi
Karena itu, tegas Sri Mulyani, upaya hilirisasi dinilai penting dan relevan bagi perekonomian Indonesia. Itu juga dipandang dapat memacu produktivitas industri pengolahan di dalam negeri sejalan dengan peningkatan daya saing.
"Jadi hilirisasi itu bukan hanya agar kita semakin nasionalis dalam memandang, hal ini juga diperlukan untuk ketahanan Indonesia, mengingat lingkungan global yang terus kita kelola," tutur dia.
"Ini juga sudah dirancang agar kita juga bisa menyebarkan sumber pertumbuhan, khususnya di luar Pulau Jawa," jelas Sri Mulyani menambahkan.
(M ILHAM RAMADHAN)