NEWSTICKER

Polri Tunggu Laporan Soal Serangan Terhadap BSI

Gedung BSI. Foto:MI/Andri Widiyanto

Polri Tunggu Laporan Soal Serangan Terhadap BSI

Siti Yona Hukmana • 17 May 2023 15:02

Jakarta: Mabes Polri menunggu laporan polisi terkait serangan siber terhadap Bank Syariah Indonesia (BSI). Laporan diperlukan penyidik untuk melakukan penyelidikan.

"Kami masih menunggu laporan lebih lanjut supaya menjadi dasar bagi kepolisian untuk melakukan upaya-upaya yang lain," kata Kepala Divisi Humas Polri Irjen Sandi Nugroho di kawasan Jakarta Selatan, Rabu, 17 Mei 2023.

Sandi mengatakan saat ini Polri sudah mendengar, melihat, dan mempelajari informasi yang beredar di dunia maya maupun dalam pemberitaan tentang gangguan yang terjadi terhadap BSI. Dia memastikan akan menyampaikan perkembangan bila sudah ada informasi lanjutan.

Sandi menyadari Polri mempunyai tanggung jawab menangani kasus-kasus yang terjadi di tengah masyarakat. Khusunya, untuk membuat terang tindak pidana. Namun, tindakan penyidik, khususnya Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri harus didasari oleh laporan polisi.

"Kalau secara pribadi atau mungkin tim dari direktorat siber tentunya sudah mengumpulkan data-data terkait hal tersebut, supaya nantinya kalau ada pertanyaan, ada laporan lebih lanjut, pihak siber juga bisa menindaklanjuti segera mungkin," ungkap mantan Kapolres Surabaya itu.

Isu kebocoran data yang diakibatkan serangan siber terhadap BSI menguak pada Senin, 8 Mei 2023. Gangguan sistem itu telah diatasi secara bertahap oleh pihak BSI.

"Kendala sudah selesai dipulihkan, dan nasabah dapat kembali melakukan transaksi keuangan dan pembayaran yang dibutuhkan. Kami juga melakukan asesmen terhadap serangan, melakukan pemulihan, audit, dan mitigasi agar gangguan serupa tidak terulang," kata Corporate Secretary BSI Gunawan A. Hartoyo, dalam keterangan tertulis, Selasa, 16 Mei 2023.

BSI juga melakukan investigasi internal dan terus berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait. Baik Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN), Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Bank Indonesia (BI), serta instansi lainnya.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow akun google news Metrotvnews.com

(Gervin Nathaniel Purba)