Bangunan di Padalarang rusak akibat bencana puting beliung yang terjadi pada Senin (26/10) sore.
Puting Beliung Terjang Padalarang Bandung Barat, 520 Rumah Rusak
Media Indonesia • 27 October 2026 11:47
Bandung Barat: Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bandung Barat mencatat sebanyak 520 rumah mengalami kerusakan akibat angin puting beliung yang menerjang Kecamatan Padalarang pada Senin sore, 26 Oktober 2026. Kerusakan tersebar di tiga desa, yakni Jayamekar, Kertajaya, dan Padalarang.
Di Desa Jayamekar, terdapat 95 rumah yang mengalami kerusakan, terdiri atas 71 rumah rusak ringan dan 24 rumah rusak berat. Sementara itu, Desa Kertajaya mencatat 27 rumah terdampak, meliputi 9 rumah rusak ringan, 4 rumah rusak sedang, dan 14 rumah rusak berat.
Adapun Desa Padalarang menjadi wilayah dengan jumlah kerusakan terbanyak, yakni 398 rumah. Dari jumlah tersebut, sebanyak 139 rumah mengalami kerusakan ringan, 161 rumah rusak sedang, dan 98 rumah rusak berat.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Bandung Barat, Yoga Ali Imbran, mengatakan bencana tersebut tidak hanya merusak rumah warga, tetapi juga sembilan fasilitas umum. Bangunan yang terdampak meliputi masjid, madrasah, posyandu, kantor ketahanan pangan, hingga bangunan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP).
"Total 520 unit rumah rusak akibat bencana angin puting beliung. Termasuk fasilitas umum beberapa desa di Kecamatan Padalarang," kata Yoga, Selasa, 27 Oktober 2026.
Setelah kejadian, BPBD bersama perangkat desa, kepala dusun, relawan Desa Tangguh Bencana (Destana), pengurus RT dan RW, serta warga setempat melakukan pendataan dan penilaian terhadap kerusakan bangunan. Berdasarkan pendataan terakhir, sebanyak 68 rumah di kawasan Perumahan Pondok Padalarang Indah (PPI) dan Kampung Sudimampir, Desa Padalarang, turut terdampak bencana tersebut.
Dari total rumah yang terdata di kedua kawasan itu, sebanyak 17 rumah mengalami kerusakan berat, lima rumah rusak sedang, dan 46 rumah rusak ringan.
"Selain rumah warga, dua masjid dilaporkan mengalami kerusakan berat. Bangunan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) Desa Padalarang mengalami rusak ringan," ujarnya.

Ilustrasi rumah rusak akibat cuaca ekstrem. ANTARA/HO-Pusdalops Sumut
Yoga menambahkan, kantor ketahanan pangan milik Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) serta kandang ternak domba milik BUMDes juga mengalami kerusakan berat. Saat ini, salah satu kebutuhan mendesak bagi warga terdampak adalah terpal untuk mendukung penanganan darurat, terutama bagi masyarakat yang rumahnya mengalami kerusakan.
"Kebutuhan mendesak yang diperlukan di lokasi bencana adalah terpal untuk mendukung penanganan darurat bagi warga yang rumahnya mengalami kerusakan," jelasnya.
BPBD mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi hujan lebat yang disertai angin kencang. Kondisi tersebut berpotensi memicu pohon tumbang, kerusakan atap bangunan, banjir, hingga tanah longsor.
"Kami bersama warga dan petugas gabungan masih bergotong royong membersihkan puing-puing bangunan yang runtuh akibat terjangan angin," paparnya. (Depi Gunawan)