Seorang demonstran berkostum Terminator mencuri perhatian dalam pertemuan publik di Kenilworth, Amerika Serikat. Foto: Viory
Pria Berkostum Terminator Protes Pembangunan Pusat Data AI di AS
Fajar Nugraha • 23 October 2026 19:24
New Jersey: Seorang demonstran berkostum Terminator mencuri perhatian dalam pertemuan publik di Kenilworth, New Jersey, Amerika Serikat (AS), dengan menyindir pembangunan pusat data kecerdasan buatan (AI) senilai USD1,8 miliar atau sekitar Rp30 triliun.
Mengutip Viory pada Jumat 23 Oktober 2026, aksi tersebut berlangsung saat warga meminta penjelasan mengenai potensi dampak lingkungan dari proyek yang masih dalam tahap pembangunan itu.
Rekaman video menunjukkan demonstran tersebut melontarkan sindiran melalui aksi teatrikal, menyinggung bagaimana warga mengetahui proyek itu serta teknologi yang dibutuhkan untuk mendinginkan fasilitas tersebut. Demonstran lainnya membawa poster protes dan menyampaikan keberatan kepada pejabat setempat.
“Bayangkan jika Anda baru mengetahui melalui media sosial bahwa pusat data berkapasitas 250 megawatt akan dibangun di lingkungan tempat tinggal Anda, dan tidak ada yang bisa Anda lakukan,” ujarnya.
Ia kemudian menyinggung sistem pendingin Terminator.
“Terminator, mengapa kamu tidak pernah ke kamar mandi? Saya bilang, saya punya sistem pendingin tertutup,” katanya, sebelum mengucapkan kalimat ikonis karakter tersebut, “Hasta la vista, baby,” lalu menjatuhkan diri ke lantai.
Aksi protes itu menyasar proyek senilai USD1,8 miliar milik CoreWeave yang akan mengubah bekas kampus penelitian farmasi Merck menjadi pusat data AI.
Pada November 2025, New Jersey menyetujui kredit pajak senilai USD250 juta bagi perusahaan tersebut, yang dikaitkan dengan rencana penciptaan 143 lapangan kerja penuh waktu. CoreWeave juga berkomitmen menginvestasikan sekitar USD150 juta untuk peningkatan infrastruktur kelistrikan.
Warga khawatir kebutuhan listrik fasilitas yang sangat besar akan mendorong kenaikan tagihan listrik. Mereka juga menyuarakan kekhawatiran mengenai pasokan air, polusi, dan kebisingan.
Warga turut mengklaim bahwa dokumen publik mengindikasikan adanya rencana pembangunan dua pusat data tambahan dan gardu listrik di lokasi tersebut. Namun, belum satu pun dari rencana tambahan itu yang memperoleh persetujuan.
(Razaqa Hariz)