Profil Bahlil Lahadalia, Sopir Angkot yang Kini Pegang Urusan Hilirisasi dan Transisi Energi

Bahlil Lahadalia diangkat menjadi Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi merangkap Menteri ESDM. Foto: Tangkapan layar YouTube Sekretariat Presiden.

Profil Bahlil Lahadalia, Sopir Angkot yang Kini Pegang Urusan Hilirisasi dan Transisi Energi

Husen Miftahudin • 1 October 2026 14:30

Jakarta: Presiden Prabowo Subianto melantik sejumlah pejabat negara di Istana Negara, Jakarta, Kamis, 1 Oktober 2026. Salah satunya Bahlil Lahadalia yang dipercaya sebagai Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi merangkap Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).

Jabatan Menteri Koordinator Hilirisasi dan Transisi Energi merupakan nomenklatur baru dalam struktur pemerintahan. Posisi tersebut menempatkan Bahlil pada lingkup koordinasi kebijakan hilirisasi dan transisi energi.

Sebelum menduduki jabatan tersebut, Bahlil merupakan Menteri ESDM. Presiden Joko Widodo melantiknya sebagai Menteri ESDM pada 19 Agustus 2024 untuk menggantikan Arifin Tasrif. Kementerian ESDM mencatat Bahlil sebagai Menteri ESDM ke-22 dengan masa jabatan mulai 19 Agustus 2024.

Sebelum memimpin Kementerian ESDM, Bahlil lebih dahulu menangani sektor investasi. Ia dilantik sebagai Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) pada 23 Oktober 2019. Setelah nomenklatur BKPM berubah menjadi Kementerian Investasi, Bahlil dilantik sebagai Menteri Investasi/Kepala BKPM pada 28 April 2021. Masa jabatannya berakhir pada 19 Agustus 2024.

Dalam catatan Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM, salah satu kebijakan yang dijalankan pada masa Bahlil sebagai Kepala BKPM adalah implementasi sistem Online Single Submission Risk Based Approach (OSS-RBA) sebagai bagian dari penerapan Undang-Undang Cipta Kerja.
 

 

Berawal dari dunia usaha


Sebelum masuk pemerintahan, Bahlil dikenal sebagai pengusaha. Ia pernah tercatat sebagai pemilik PT Rifa Capital Holding Company dan memiliki sejumlah perusahaan yang bergerak di berbagai sektor usaha. Tercatat sejumlah sektor usaha pernah digeluti Bahlil, antara lain perkebunan, properti, transportasi, pertambangan, dan konstruksi.

Pengalaman di dunia usaha tersebut kemudian berlanjut ke organisasi pengusaha. Bahlil menjabat sebagai Ketua Umum Badan Pengurus Pusat Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (BPP Hipmi) periode 2015-2019. Sebelumnya, ia juga pernah memimpin Hipmi Papua.

Bahlil lahir di Banda, Maluku, pada 7 Agustus 1976. Meski lahir di Maluku, perjalanan pendidikan dan kariernya banyak berlangsung di Papua.

Ia menempuh pendidikan dasar dan menengah di Maluku sebelum melanjutkan sekolah di Fakfak, Papua. Setelah itu, Bahlil melanjutkan pendidikan tinggi di Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Port Numbay, Jayapura, Papua.

Kementerian ESDM mencatat Bahlil juga melanjutkan pendidikan magister di Universitas Cenderawasih dan pernah tercatat sedang menyelesaikan program doktoral di Universitas Indonesia.


(Pelantikan dan pengucapan sumpah pejabat negara, Istana Negara. Foto: Tangkapan layar YouTube Sekretariat Presiden)
 

Pernah menjadi sopir angkot dan penjual koran


Sebelum menjadi pengusaha dan pejabat pemerintah, Bahlil menjalani berbagai pekerjaan sejak usia muda. Sejumlah profil mengenai dirinya mencatat Bahlil pernah berjualan koran dan menjadi sopir angkot. Ia juga bekerja untuk membiayai pendidikannya ketika berkuliah di Jayapura.

Latar belakang keluarga Bahlil juga berasal dari kalangan sederhana. Ayahnya bekerja sebagai kuli bangunan, sedangkan ibunya bekerja sebagai tukang cuci. Kondisi tersebut menjadi bagian dari perjalanan hidup Bahlil sebelum memasuki dunia usaha dan pemerintahan.

Dalam perjalanan politiknya, Bahlil kemudian bergabung dengan Partai Golkar. Ia terpilih sebagai Ketua Umum Partai Golkar periode 2024–2029 melalui Musyawarah Nasional XI Partai Golkar pada Agustus 2024. Dokumen kepengurusan DPP Partai Golkar periode 2024–2029 juga mencantumkan Bahlil sebagai ketua umum.

Status tersebut masih tercatat hingga 2026. Kementerian Komunikasi dan Digital bahkan mengklarifikasi pada Juli 2026, informasi mengenai Bahlil mundur dari Golkar merupakan hoaks dan menyebutnya masih menjabat sebagai Ketua Umum Partai Golkar.

Dengan pengalaman sebagai pengusaha, pimpinan organisasi pengusaha, pengelola investasi, Menteri ESDM, dan pimpinan partai politik, Bahlil kini mendapat mandat baru sebagai Menteri Koordinator Hilirisasi dan Energi sekaligus merangkap sementara Menteri ESDM.

(Husen Miftahudin)