Sido Muncul. Foto: X Sido Muncul
Intip Profil Sido Muncul, Perusahaan Jamu Indonesia yang Mendunia
Gervin Nathaniel Purba • 4 November 2026 19:07
Jakarta: Masyarakat Indonesia pastinya sudah tidak asing dengan nama Sido Muncul. Salah satu produsen produk herbal dan jamu modern terbesar di Indonesia yang terkenal dengan salah satu produk unggulannya,
Perjalanan Sido Muncul hingga menjadi perusahaan terbuka tidak dimulai dari industri berskala besar. Usaha ini berawal dari bisnis sederhana yang dirintis pasangan suami istri, Siem Thiam Hie dan Rakhmat Sulistio.
Berawal usaha pemerahan susu
Dikutip dari laman resmi Sido Muncul, pasangan tersebut awalnya menjalankan usaha pemerahan susu bernama Melkrey di Ambarawa, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah. Kemudian pada 1930, keduanya merintis toko roti bernama Roti Muncul. Di tahun yang sama, Rakhmat Sulistio mulai meracik jamu masuk angin yang kemudian dikenal dengan nama Tolak Angin.
Lima tahun berselang, tepatnya pada 1935, pasangan tersebut mulai membuka usaha jamu di Yogyakarta. Tolak Angin dalam bentuk godokan kemudian mulai dipasarkan pada 1940.
Perjalanan usaha itu berlanjut pada 1951 dengan didirikannya perusahaan sederhana bernama Sido Muncul, yang berlokasi di Jalan Mlaten Trenggulun, Semarang. Nama Sido Muncul memiliki arti ‘impian yang terwujud’.
Pada 1970, usaha tersebut mulai berbentuk CV sebelum akhirnya menjadi perseroan terbatas pada 1975 dengan nama PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul.
Berkembang menjadi perusahaan terbuka
Seiring perkembangan bisnis, Sido Muncul mulai memperluas kapasitas produksinya. Pada 1997, perusahaan membangun pabrik jamu modern seluas 30 hektare di Klepu, Kecamatan Bergas, Ungaran.
Pabrik tersebut diresmikan pada 11 November 2000. Pada kesempatan yang sama, perusahaan memperoleh sertifikat Cara Pembuatan Obat Tradisional yang Baik (CPOTB) dan Cara Pembuatan Obat yang Baik (CPOB).
Sido Muncul kemudian resmi melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 18 Desember 2013, dengan kode saham SIDO.
Saat ini, Sido Muncul memiliki lebih dari 300 produk dengan 109 titik distribusi yang melayani lebih dari 135 ribu pedagang grosir dan eceran yang bergerak di bidang perdagangan umum dan modern di Indonesia.
Tolak Angin. Foto : SIdo Muncul.
Sepanjang 2025, Sido Muncul mencatatkan penjualan sebesar Rp4,08 triliun atau tumbuh empat persen. Perusahaan juga membukukan laba usaha sebesar Rp1,54 triliun dengan margin usaha 38 persen.
Sementara itu, laba bersih tercatat mencapai Rp1,23 triliun. Perusahaan ini juga mencatat margin laba sebesar 30 persen dengan rasio deviden yang konsisten, yakni di 88,6 persen
Produk-produk Sido Muncul telah dipasarkan hingga ke mancanegara. Untuk memperluas jangkauan pasar ekspor, perusahaan juga telah membuka kantor cabang di Filipina dan mendirikan anak usaha di Nigeria.
Dalam memperluas jangkauan pasar, Sido Muncul telah memasarkan produknya ke berbagai negara. Mulai dari Malaysia, Brunei Darussalam, Singapura, Australia, Aljazair, Korea Selatan, Hong Kong, Nigeria, Arab Saudi, Mongolia, Amerika Serikat, hingga Rusia.
Tongkat estafet berlanjut ke generasi ketiga

(Irwan Hidayat. Foto: Metrotvnews.com/Gervin Purba)
Salah satu sosok penting di balik perkembangan Sido Muncul adalah Irwan Hidayat. Ia merupakan generasi ketiga dari keluarga pendiri yang telah terlibat dalam pengelolaan perusahaan sejak 1969.
Irwan berperan dalam mentransformasi industri jamu tradisional menjadi industri herbal modern. Termasuk mengembangkan Tolak Angin hingga dikenal luas di pasar domestik maupun mancanegara.
Saat ini, Irwan Hidayat menjabat sebagai Direktur Utama PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk. Jabatan tersebut kembali diembannya berdasarkan keputusan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) pada 9 April 2026. (Selsha Septifanie Gunawan)