Pemerintah Andalkan MBG hingga Sekolah Garuda Demi Cetak Generasi Unggul

Menteri Keuangan Suahasil Nazara dalam acara 2 Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran: Kerja Nyata Melanjutkan Asta Cita di di Hotel Indonesia Kempinski, Jakarta. Foto: Metrotvnews.com/Duta Erlangga

Pemerintah Andalkan MBG hingga Sekolah Garuda Demi Cetak Generasi Unggul

Husen Miftahudin • 8 October 2026 09:39

Jakarta: Menteri Keuangan (Menkeu) Suahasil Nazara menyebut pemerintah memperkuat sejumlah fondasi untuk membentuk generasi unggul dalam dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.

Menurut Suahasil, sejumlah program yang dijalankan pemerintah mencakup pemenuhan gizi, pendidikan bagi anak dari keluarga berpenghasilan rendah, hingga pengembangan siswa berprestasi.

"Dua tahun memperkuat fondasi generasi unggul, kita buatkan beberapa fondasi yang luar biasa," kata Suahasil dalam acara 2 Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran: Kerja Nyata Melanjutkan Asta Cita yang diselenggarakan Metro TV di Hotel Indonesia Kempinski, Jakarta, Kamis, 8 Oktober 2026.

Suahasil menyoroti pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) sebagai salah satu upaya pemerintah memperkuat fondasi generasi unggul. Menurut dia, dalam beberapa bulan terakhir terdapat perbaikan dalam pengelolaan program tersebut di bawah kepemimpinan Badan Gizi Nasional (BGN) yang baru.

"Saya yakin dalam beberapa bulan terakhir kita bisa melihat bahwa kepemimpinan Badan Gizi Nasional yang baru, terjadi perbaikan mengenai pengelolaan yang kemudian perbaikan-perbaikan ini diterima, dijalankan, dan menjadi bagian dari fondasi yang baik," jelas Suahasil.

Sekolah Rakyat putus rantai kemiskinan

Selain MBG, Suahasil menyebut program Sekolah Rakyat yang ditujukan bagi anak-anak dari keluarga dalam kelompok desil terbawah. Program tersebut memberikan pendidikan dengan sistem asrama atau boarding. Suahasil mengatakan program itu ditujukan untuk memutus rantai kemiskinan antargenerasi.

"Sekolah Rakyat yang khusus dipakai untuk menjaring anak-anak kita yang ada dari keluarga desil 1, desil 2 yang ada di bawah. Masuk ke dalam sekolah yang kemudian diberikan boarding, diberikan pendidikan untuk kita ingin memutus rantai kemiskinan. Jangan ada generasi berikutnya yang harus terekspos kepada kemiskinan," jelasnya.

Suahasil juga menyoroti Sekolah Unggul Garuda yang ditujukan untuk meningkatkan kapasitas siswa berprestasi. Program tersebut, menurut dia, menggunakan kurikulum International Baccalaureate (IB). Suahasil berharap lulusan Sekolah Garuda dapat menjadi kebanggaan Indonesia di tingkat internasional.

"Kemudian Sekolah Unggul Garuda untuk peningkatan kelompok siswa berprestasi, menggunakan kurikulum IB, masuk ke Sekolah Garuda, kita harapkan keluar nanti menjadi kebanggaan Indonesia di dunia internasional," tuturnya.

Selain program tersebut, Suahasil menyebut pemerintah juga menjalankan revitalisasi sekolah dan digitalisasi pembelajaran sebagai bagian dari upaya memperkuat fondasi pendidikan.

(Husen Miftahudin)