Resmi Jabat KSP, Listyo Sigit Komitmen Kawal Program Prioritas Presiden

KSP Listyo Sigit Prabowo bersama Menko Polkam Dudung Abdurachman. Foto: Istimewa.

Resmi Jabat KSP, Listyo Sigit Komitmen Kawal Program Prioritas Presiden

Gabriella Thesa Widiari • 5 October 2026 19:47

Jakarta: Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo resmi menjabat Kepala Staf Kepresidenan (KSP) menggantikan Jenderal TNI (Purn) Dudung Abdurachman. Prosesi serah terima jabatan berlangsung di Gedung Bina Graha, Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Senin, 5 Oktober 2026.

Dalam sambutannya, Listyo menyampaikan terima kasih kepada Presiden Prabowo Subianto atas kepercayaan besar yang diberikan kepadanya. Ia menegaskan kesiapannya untuk melanjutkan kepemimpinan di Kantor Staf Presiden.

“Kalau dari cerita sepintas tadi, nampaknya tugasnya cukup berat. Mudah-mudahan kami bisa melanjutkan apa yang sudah dilaksanakan oleh Pak Dudung, senior saya,” ujar Listyo, dikutip dari keterangan tertulis, Senin, 5 Oktober 2026.

Listyo menyebut lingkungan Kantor Staf Presiden tidak asing baginya karena pernah bertugas sebagai ajudan Presiden. Ia menegaskan keberanian dalam mengambil keputusan menjadi kunci utama dalam mengawal program pemerintah.

“Untuk kepentingan negara dan bangsa, tentunya kita siap untuk melanjutkan apa yang sudah dilaksanakan, mengambil keputusan di situasi sulit, sehingga permasalahan-permasalahan yang selalu ada dan mengganggu program Bapak Presiden bisa kita selesaikan,” kata Listyo.

Ia memastikan seluruh jajaran Kantor Staf Presiden siap memacu percepatan eksekusi program-program strategis nasional. Pengawasan ketat akan dilakukan pada sektor ketahanan pangan, energi, hingga hilirisasi industri.

“Kita paham bahwa beliau memiliki program Asta Cita, 17 program prioritas, dan juga program-program lain di sisi ketahanan pangan, energi, hilirisasi, peningkatan kualitas sumber daya manusia. Semuanya tentunya butuh pengawalan dan percepatan,” ujar Listyo.

Listyo menilai pengalamannya sebagai Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia memiliki banyak irisan tugas dengan Kantor Staf Presiden, terutama dalam pengamanan kebijakan strategis nasional. Ia menekankan kewenangan lembaga untuk memanggil para menteri demi memastikan keselarasan program kerja.

“Kantornya boleh kecil, tetapi bisa memanggil menteri-menteri, untuk mengecek apakah sudah selaras dengan tugas Bapak Presiden, sehingga semua program dan kebijakan beliau bisa tertata dengan baik,” kata Listyo.


Serah terima jabatan KSP. Foto: Istimewa. 

Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam) yang juga mantan KSP Dudung Abdurachman meminta Kantor Staf Presiden terus mengawal program prioritas serta menuntaskan berbagai hambatan di lapangan. Ia menyebut fungsi lembaga ini sangat krusial dalam menyelesaikan persoalan lintas kementerian.

“Yang pertama, dia harus mengawal program prioritas Presiden, program unggulan Bapak Presiden, kemudian program yang berkaitan dengan strategi nasional,” kata Dudung.

Dudung menambahkan bahwa keberanian mengambil keputusan dan bertanggung jawab merupakan karakter utama yang harus dimiliki seorang pemimpin. Ia menyampaikan apresiasi serta terima kasih kepada seluruh jajaran Kantor Staf Presiden atas dedikasi selama masa kepemimpinannya.

“Ciri pemimpin itu satu: berani mengambil keputusan dan berani bertanggung jawab,” ujar Dudung.

(Gabriella Thesa Widiari)