Sejumlah petugas kepolisian melakukan olah TKP bangunan ruko yamg meledak di kawasan San Antonio, Pakuwon City, Surabaya, Jawa Timur, Selasa (6/10/2026). ANTARA/Naufal Ammar Imaduddin
Ledakan Ruko Pakuwon City Surabaya Diduga Kuat akibat Kebocoran Gas
Whisnu Mardiansyah • 6 October 2026 11:38
Surabaya: Polisi menyebut ledakan di sebuah rumah toko (ruko) kawasan San Antonio, Pakuwon City, Surabaya, Jawa Timur, diduga kuat dipicu kebocoran gas. Kesimpulan awal tersebut diperoleh setelah polisi bersama Tim Jibom melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).
Kaolrestabes Surabaya Kombes Pol Luthfie Sulistiawan mengatakan petugas tidak menemukan kandungan maupun bahan peledak dalam pemeriksaan di lokasi.
"Saat ini, kami bersama tim Jibom (Penjinak Bom) sudah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Hasilnya, sampai saat ini tidak ditemukan kandungan atau bahan peledak. Berdasarkan keterangan saksi-saksi, kemungkinan besar ledakan tersebut diduga kuat berasal dari kebocoran gas," kata Kombes Pol Luthfie, di Surabaya, seperti dilansir Antara, Selasa, 6 Oktober 2026.
Menurut Luthfie, peristiwa tersebut terjadi ketika seorang koki sedang memasak. Sebelum ledakan, koki tersebut sempat mencium bau gas yang kemudian disusul ledakan.
Hasil pemeriksaan di lokasi menemukan tiga tabung elpiji berkapasitas masing-masing 50 kilogram. Polisi menyebut ketiga tabung tersebut tidak mengalami ledakan.
Indikasi sementara mengarah pada kebocoran di bagian pipa sebagai sumber gas. Polisi masih mendalami apakah kebocoran tersebut berasal dari satu tabung atau seluruh tabung yang berada di lokasi. Ketiga tabung elpiji tersebut dipastikan sudah dalam kondisi kosong karena gas di dalamnya telah keluar.
Selain kerusakan bangunan, ledakan mengakibatkan lima orang mengalami luka. Kelima korban terdiri atas empat laki-laki dan satu perempuan dan telah mendapatkan perawatan di Rumah Sakit Haji.
Dampak ledakan juga dirasakan pada bangunan di sekitar lokasi. Polisi mencatat sekitar 41 bangunan mengalami kerusakan, termasuk 15 rumah yang berada di bagian belakang lokasi kejadian.
"Sebagian besar kerusakan berupa kaca pecah akibat getaran kuat dari ledakan, sedangkan lima bangunan yang berada persis di sisi lokasi mengalami kerusakan parah. Bangunan lainnya mengalami kerusakan ringan," ujarnya.
(1).jpeg)
Ilustrasi kebakaran. Foto: Antara.
Polisi masih memprioritaskan pengamanan lokasi kejadian dan penanganan para korban. Pemeriksaan terhadap pihak-pihak terkait belum dilakukan karena penyelidikan masih berfokus pada sumber kebocoran dan penyebab ledakan.
Sementara itu, Tim Gegana Satbrimob Polda Jatim Kompol Sandi mengatakan hasil penyelidikan juga tidak menemukan unsur bahan peledak maupun unsur yang mengandung bom di lokasi.
"Dari hasil penyelidikan kami, unsur bahan peledak atau unsur-unsur yang mengandung bom tidak kami temukan. Kejadian ini murni karena tekanan gas yang terkumpul dalam satu ruangan," tuturnya.
Temuan tersebut memperkuat dugaan awal polisi mengenai ledakan akibat akumulasi gas di dalam ruangan. Namun, penyelidikan masih dilakukan untuk memastikan sumber kebocoran gas yang memicu kejadian.