Ilustrasi. Foto: dok MI.
Segini Gaji/Honor Petugas BPS Sensus Ekonomi 2026
Husen Miftahudin • 28 June 2026 19:18
Jakarta: Badan Pusat Statistik (BPS) menyelenggarakan Sensus Ekonomi 2026 (SE 2026) pada 1 Mei-31 Agustus 2026 sebagai kegiatan strategis nasional untuk memperoleh gambaran menyeluruh mengenai kondisi dan struktur perekonomian Indonesia.
Dalam pendataan ini, BPS dibantu oleh petugas sensus yang secara resmi direkrut dan ditetapkan sebagai Mitra Statistik BPS. Mereka bukanlah Pegawai Negeri Sipil (PNS) atau ASN organik, melainkan tenaga profesional yang direkrut, dilatih, dan dikontrak khusus untuk mengerjakan sensus atau survei.
Terkait hal tersebut, gaji petugas BPS Sensus Ekonomi 2026 menjadi topik paling ramai diperbincangkan sejak rekrutmen resmi dibuka. Tak ayal memang, karena peluang ini menawarkan penghasilan bulanan yang cukup menggiurkan untuk pekerjaan kontrak jangka pendek.
Berdasarkan pernyataan Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti, besaran honor bervariasi tergantung daerah penugasan. Besaran honor atau gaji petugas sensus didasarkan biaya hidup, medan geografis, dan beban kerja yang berbeda di setiap wilayah Indonesia.
| Baca juga: Simak! Ini Ciri-ciri Petugas Sensus Ekonomi 2026 Resmi dari BPS |
Kisaran gaji/honor petugas BPS Sensus Ekonomi 2026
Mengutip Desamokel.id, gaji atau honor petugas BPS Sensus Ekonomi 2026 diperkirakan berada di kisaran Rp3 juta hingga Rp5 juta per bulan. Nominal tersebut bisa berbeda tergantung wilayah penugasan dan jenis pekerjaan yang dijalankan petugas di lapangan. Ini bukan angka tetap yang berlaku seragam di seluruh Indonesia.
Secara nasional, estimasi gaji Mitra Statistik BPS pada tahun 2026 berada pada kisaran Rp2,8 juta hingga Rp5,5 juta. Namun, nominal yang cair ke rekening masing-masing petugas bisa berbeda-beda sangat bergantung pada Upah Minimum Regional (UMR) wilayah penugasan, tingkat kesulitan geografis, posisi tugas, serta volume target kuesioner yang diselesaikan.
Berikut rincian gaji atau honor petugas BPS Sensus Ekonomi 2026:
- Mitra Pengolahan/Entri Data dengan sistem kerja per dokumen: Rp2,8 juta-Rp3,5 juta.
- Pencacah/Pendataan Lapangan dengan sistem kerja kontrak proyek: Rp3,2 juta-Rp4,2 juta.
- Pengawas/Pemeriksa (PML) dengan sistem kerja per bulanan: Rp4 juta-Rp5 juta.
- Koordinator Tim/Kortim dengan sistem kerja per bulanan: Rp4,5 juta-Rp5,5 juta.
- Kisaran Umum Nasional untuk semua posisi: Rp2,8 juta-Rp5,5 juta.
Angka di atas bersifat estimasi. BPS tidak merilis secara rinci berapa besaran gaji yang akan diterima oleh para calon mitra. Namun, jika melihat pola seleksi dan tugas kerja yang dibebankan, besaran gaji yang akan diterima bisa berbeda-beda tergantung pada kebijakan kantor BPS di wilayah setempat.

(Ilustrasi petugas Sensus Ekonomi 2026. Foto: dok Istimewa)
Faktor penentu besaran gaji/honor
Tidak semua petugas akan mendapat angka yang sama. Ada tiga variabel utama yang membuat gaji petugas sensus berbeda-beda antarwilayah yakni wilayah kerja yang disesuaikan dengan UMP atau UMK 2026 di lokasi tugas; beban kerja berupa posisi dan tanggung jawab di lapangan; serta kebijakan BPS daerah di setiap kantor kabupaten/kota yang punya anggaran disesuaikan kondisi geografis.
Wilayah dengan medan terjal, jarak antardesa yang jauh, atau kepadatan usaha yang tinggi biasanya mendapat penyesuaian honor lebih besar. Ini logis kerja keras di lapangan pegunungan tentu berbeda bebannya dibanding pendataan di kawasan perkotaan yang padat.
Selain itu, kontrak kerja BPS menggunakan basis kinerja, bukan sekadar kehadiran harian. Honorarium penuh hanya akan dicairkan jika mitra berhasil menyelesaikan pendataan sesuai dengan jumlah target sampel atau dokumen yang dibebankan. Artinya, komitmen dan kemampuan menyelesaikan target adalah kunci honor penuh bisa cair.
Masa kerja dan jadwal penugasan
Petugas akan bekerja secara efektif selama kurang lebih 2,5 bulan, mulai Juni hingga Agustus 2026. Status sebagai Mitra Statistik adalah tenaga kontrak kegiatan, bukan merupakan pegawai tetap, ASN, maupun PPPK.
Durasi ini memang terbilang singkat, tapi cukup padat. Pelaksanaan lapangan untuk Sensus Ekonomi 2026 direncanakan berjalan secara serentak selama dua bulan penuh, yakni pada kisaran Juni hingga Juli 2026.
Untuk beberapa wilayah dengan cakupan kluster industri yang kompleks, masa kerja total bisa meluas hingga tiga bulan, mencakup periode Mei hingga Juli.
Bagi mahasiswa atau pekerja yang ingin sambilan, jendela waktu ini cukup fleksibel untuk diatur. Kuncinya adalah kejelasan jadwal sejak awal agar tidak bentrok dengan aktivitas lain.