Arah Kebijakan Ekonomi Pemerintah Dinilai Semakin Solid

2 Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran: Kerja Nyata Melanjutkan Asta Cita. Foto: Dok. Metro TV.

Arah Kebijakan Ekonomi Pemerintah Dinilai Semakin Solid

Fachri Audhia Hafiez • 25 September 2026 08:47

Jakarta: Jelang dua tahun masa pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, arah kebijakan ekonomi pemerintah dinilai semakin solid. Manfaat kebijakan disebut telah dirasakan langsung masyarakat luas.

“Arah kebijakan pemerintah saat ini sudah dirasakan oleh masyarakat, bagaimana mendatangkan investasi, kemudian iuran BPJS, tarif listrik ditahan agar tidak naik, dan menjaga fiskal agar program prioritas ini bisa terus berjalan,” kata pakar ekonomi dari Universitas Indonesia (UI) Telisa Falianty dikutip melalui keterangan tertulis, Jumat, 25 September 2026.
 


Telisa menjelaskan, pemerintah konsisten mengarahkan instrumen kebijakan untuk menjaga daya beli masyarakat, menarik arus modal masuk, serta menjamin kesinambungan program-program prioritas nasional.

Ia juga menambahkan bahwa pelaksanaan berbagai program strategis pemerintah terus mengalami evaluasi dan penyempurnaan di lapangan. Menurutnya, adanya kekurangan pada desain awal suatu program merupakan hal wajar, selama proses perbaikan terus berjalan demi memperluas efek berganda (multiplier effect) bagi kesejahteraan warga.

“Sebenarnya jika dikaitkan program prioritas sudah ada perbaikan. Wajar jika desain awal ada kekurangan, tapi yang penting terus dilakukan perbaikan agar multiplier effect dirasakan masyarakat, yaitu bagaimana akses pekerjaan, harga terjangkau, ada tabungan masyarakat, itu sedang diupayakan,” ujar Telisa.

Tenaga Ahli Badan Komunikasi Pemerintah RI (Bakom RI) Fithra Faisal menyoroti adanya transformasi positif pada struktur pertumbuhan ekonomi nasional. Menurutnya, komponen penopang utama perekonomian Indonesia kini mulai bergeser dan semakin diperkuat oleh sektor investasi.

“Jika zoom in ke variabel pertumbuhan, bisa kita lihat ke investasi, di mana komponen utama pertumbuhan ekonomi sudah mulai berubah, mulai ditopang oleh investasi,” kata Fithra.


Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Foto: BPMI Setpres.

Fithra mengungkapkan bahwa pergeseran tren tersebut mulai terlihat nyata sejak kuartal IV 2025 dan berlanjut secara konsisten dengan pertumbuhan positif pada kuartal I dan kuartal II 2026.

Peluang masuknya investasi asing pun dinilai masih sangat terbuka lebar dari sejumlah negara mitra strategis, seperti Jepang, Jerman, Prancis, Rusia, hingga China. Komitmen dari negara-negara tersebut diharapkan mampu mempercepat transformasi ekonomi nasional menuju industri berbasis nilai tambah.

“Melihat potensi investasi yang besar menunjukkan bahwa roadmap pembangunan bangsa ke depan berbasis nilai tambah,” kata Fithra.

(Fachri Audhia Hafiez)