Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni bersama Kepala BRIN Arif Satria. Metro TV/Kautsar
Prabowo akan Bentuk Badan Pengelola Gambut dan Mangrove Nasional
Kautsar Widya Prabowo • 24 September 2026 19:57
Jakarta: Presiden Prabowo Subianto akan membentuk Badan Pengelola Gambut dan Mangrove Nasional (BPGMN). Keputusan tersebut menjadi salah satu hasil rapat terbatas antara Presiden Prabowo dan sejumlah akademisi di Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Kamis, 24 September 2026.
Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni mengatakan pembentukan BPGMN bertujuan memperkuat upaya pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Khususnya, pencegahan karhutla di wilayah yang memiliki ekosistem gambut.
"Tujuannya adalah melakukan pencegahan, ya, karena semua sadar bahwa pencegahan adalah jauh lebih penting, lebih efektif, dan lebih efisien ketimbang tindakan-tindakan yang bersifat reaktif reaksioner," ujar Raja Juli usai mengikuti ratas, Jakarta, Kamis, 24 September 2026.
Raja Juli menjelaskan BPGMN berbeda dengan Badan Restorasi Gambut dan Mangrove (BRGM) yang dibubarkan sejak 2024. Menurut dia, BPGMN akan diisi ilmuwan dan profesional serta berada langsung di bawah Presiden Prabowo Subianto.
"Tentunya dengan anggaran yang cukup, ya, untuk kemudian kita dapat mencegah terjadinya kebakaran hutan terutama di enam provinsi yang berbasis gambut, Riau, Jambi, Sumatra Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Selatan," jelas Raja Juli.
.jpg)
Presiden Prabowo Subianto mengunjungi salah satu lokasi terdampak kebakaran di Desa Limbung, Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat. Foto- ANTARA/HO-BPMI Sekretariat Presiden
Sementara itu, Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Arif Satria mengatakan pihaknya mendapat instruksi mendukung keberadaan BPGMN. Khususnya dalam mendeteksi titik api atau hotspot secara dini.
Arif mengatakan BRIN telah bekerja sama dengan Kementerian Kehutanan dalam melakukan deteksi dini kebakaran hutan. Ke depan, teknologi tersebut akan dikembangkan dengan memanfaatkan kecerdasan buatan (AI).
"Dan sekarang ini kita akan terus perbarui dengan AI yang semakin canggih untuk bisa mengantisipasi kebakaran hutan lebih dini lagi," ujar Arif.