Tertinggal 0-3, PSIM Bangkit Tahan Bali United 3-3 di Bantul

Jalannya laga antara PSIM melawan Bali United. Dokumentasi/Media Ofisial PSIM

Tertinggal 0-3, PSIM Bangkit Tahan Bali United 3-3 di Bantul

Ahmad Mustaqim • 24 February 2026 09:54

Bantul: Laga seru tersaji antara PSIM Yogyakarta menghadapi Bali United pada pekan ke 22 Super League di Stadion Sultan Agung, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) pada Senin malam, 23 Februari 2026. Bali United sempat unggul tinggal gol, namun akhir laga skornya 3-3. 

Bali United menunjukkan dominasi dan pengalamannya di kompetisi teratas Indonesia. Setengah jam laga berjalan, Bali United berhasil unggul melalui gol Thijmen Goppel menit 34.

Saat jelang turun minum Bali United kembali unggul dua gol melalui T. Receveur menit 45+3. Pada babak kedua, Bali United masih tampak lebih dominan dengan gol yang dicetak Irfan Jaya. Mantan Pemain PSS Sleman tersebut memperlebar keunggulan Serdadu Tridatu atas PSIM menit 55. 

Di bawah komando Pelatih Jean-Paul van Gastel, PSIM berupaya bangkit dengan mengubah skema permainan. Hasilnya, tembakan jarak jauh Savio Sheva menit 65 menjebol gawang Bali United. Skor menjadi 1-3. 

 Jalannya laga antara PSIM melawan Bali United. Dokumentasi/Media Ofisial PSIM

Setengah jam jelang laga usai atau menit 72, kartu merah pemain Bali United, Joao Vitor Ferrari Silva menjadi awal mula petaka. Keunggulan pemain betul-betul dimaksimalkan Laskar Mataram. 

Serangan bertubi-tubi PSIM memaksa pemain Bali United, Ricky Fajrin Saputra melakukan gol bunuh diri pada menit 88. Skor menjadi 2-3. 

Perubahan skor membuat PSIM kian gencar menggempur pertahanan Bali United. Gol penyama kedudukan dari PSIM hadir menit 90+1 melalui F. Ramos Mingo. Hingga laga usai, skor bertahan 3-3. 

Ubah Skema Permainan

Pelatih PSIM, Jean-Paul van Gastel mengatakan tim alami persoalan saat melakoni masa-masa awal laga. Ia merasa aneh karena timya terus-terusan tertekan hingga tertinggal 0-3. 

Babak kedua, van Gastel berupaya mengubah pola permainan. Ia melihat skema permainan Bali United dengan 5-3-2 harus direspon. Van Gaste menarik Rahmatsho, Raka Cahyana dan Fahreza Sudin dengan memasukkan Savio Sheva, Deri Corfe dan Rio Hardiawan.  Keputusan van Gastel merotasi pemain menjadi kunci mengubah hasil laga. Gol Savio Sheva melalui sepakan jarak jauh membuat peruntungan kembali ke PSIM. 

Setelah itu, Andi Irfan dan Pulga Vidal menjadi aktor pembantu dalam membongkar pertahanan Bali United. Upaya itu ditopang kartu pemain salah satu pemain Bali United, Joao Vitor Ferrari. 

Tekanan bertubi-tubi PSIM membuahkan hasil melalui gol bunuh diri Ricky Fajrin menit 88. Di babak tambahan waktu, PSIM menyamakan kedudukan melalui sundulan Ramos Mingo menit 90+1. 

 Jalannya laga antara PSIM melawan Bali United. Dokumentasi/Media Ofisial PSIM

Vas Gastel merasa timnya melalui laga demi laga dengan kondisi berbeda. Sebelum imbang dengan Bali United, PSIM bermain imbang dengan Persik Kediri dan Persis Solo, serta kalah dari Borneo FC dan Persebaya. 

"Kami realistik dengan melihat posisi di klasemen (sementara), kami jauh di atas zona degradasi. Tim-tim lawan juga semakin bagus dengan bongkar pasang pemain," katanya. 

Pelatih Bali United, Johnny Jansen kecewa dengan hasil akhir laga. Ia mengatakan dominasi pada awal-awal laga tak dibarengi dengan penjagaan ritme hingga akhir. 
 
"Kami kecewa dengan hasil ini. Memang kartu merah membuat keuntungan lawan. 
Lawan menjadi bangkit sehingga memaksakan hasil draw," ujarnya.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Lukman Diah Sari)