RDF hasil olahan sampah di Karawang. ANTARA/Ali Khumaini
Dukung Gerakan ASRI, Pemkab Karawang Olah Sampah Jadi Bahan Bakar Alternatif
Whisnu Mardiansyah • 24 February 2026 12:33
Karawang: Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karawang, Jawa Barat, telah melaksanakan pengelolaan sampah berbasis Refuse Derived Fuel (RDF) atau pengolahan sampah menjadi bahan bakar alternatif. Langkah ini sejalan dengan imbauan Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) dalam upaya mengatasi krisis sampah secara nasional.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup Karawang, Asep Suryana, menyampaikan pengelolaan sampah berbasis RDF di antaranya dilaksanakan di Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Mekarjati, Kecamatan Karawang Barat, dan TPS 3R Jabar di Kecamatan Karawang Timur. Kedua fasilitas ini mengolah sampah menjadi RDF yang kemudian dikirim ke pihak perusahaan mitra atau offtaker.
"Kalau TPST Mekarjati sudah lama melakukan pengiriman sampah yang diolah menjadi RDF ke offtaker. Tapi kalau TPS 3R Jabar untuk sementara ini baru mengirimkan bahan baku RDF ke offtaker," katanya saat dihubungi di Karawang seperti dilansir Antara, Senin, 23 Februari 2026 .
Asep menjelaskan bahwa TPS 3R Jabar sebenarnya sudah memiliki offtaker sendiri untuk mengirimkan sampah yang diolah menjadi RDF. Namun karena kondisi bangunan yang kurang layak, untuk sementara fasilitas tersebut baru bisa mengirimkan bahan bakunya saja.
Ia berharap ke depan TPS 3R Jabar mampu mengirimkan sampah yang diolah menjadi RDF ke offtaker, tidak hanya sebatas bahan baku.
RDF merupakan bahan bakar alternatif hasil olahan sampah anorganik atau kering, seperti plastik, kertas, dan karet. Proses pengolahannya melalui tahapan pemilahan, pencacahan, dan pengeringan untuk meningkatkan nilai kalor.
RDF digunakan sebagai pengganti batu bara di industri semen melalui mekanisme co-processing serta di pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) melalui mekanisme co-firing. Pengolahan sampah berbasis RDF ini membantu mengurangi tumpukan sampah yang dikirim ke tempat pemrosesan akhir (TPA).
Kebutuhan industri semen akan RDF bahkan lebih besar dibandingkan kebutuhan PLTU. Wakil Menteri Lingkungan Hidup Diaz Hendropriyono sebelumnya menyatakan pabrik semen dapat menggunakan RDF hingga 42 persen sebagai bahan bakar alternatif, jauh lebih tinggi dibanding PLTU yang hanya mampu menyerap sekitar 6 persen.

Presiden Prabowo Subianto memperkenalkan Program ASRI. Foto: BPMI Setpres.
Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq menegaskan penanganan sampah kini menjadi agenda prioritas nasional. Hal ini sejalan dengan Gerakan Nasional ASRI (Aman, Sehat, Resik, Indah) yang diluncurkan Presiden pada awal Februari 2026 .
Terkait pengolahan sampah menjadi RDF, Hanif menilai metode ini tidak hanya membersihkan lingkungan tetapi juga memberikan nilai ekonomi nyata bagi daerah. Menurut dia, nilai jual RDF bisa tinggi jika memiliki nilai kalori yang tinggi.
"Kalau RDF-nya sampahnya seragam, homogen, maka nilai kalorinya akan tinggi dan tentu berkonsekuensi pada tingginya nilai jual dari RDF," kata Hanif beberapa waktu lalu.
Dengan kualitas yang baik, pemerintah daerah tidak perlu lagi risau dengan besaran tipping fee atau biaya jasa pengolahan sampah yang harus dibayarkan.
Sebelumnya, TPST Mekarjati sempat mengalami kebakaran pada Kamis, 5 Februari 2026. Api diduga berasal dari tumpukan sampah RDF yang telah mengering dan belum terangkut. Cuaca panas disebut mempercepat peningkatan suhu di dalam tumpukan sampah yang mengandung gas metana.
Proses pemadaman sempat terkendala struktur bangunan TPST yang tertutup dan minim ventilasi. Namun demikian, pengelola memastikan kejadian tersebut bukan akibat korsleting listrik setelah dilakukan pemeriksaan oleh PLN. Hingga saat ini, operasional pengolahan sampah berbasis RDF di Karawang tetap berjalan.