Ilustrasi: Freepik
5 Agama dan Kepercayaan Terbesar di Dunia
Riza Aslam Khaeron • 23 February 2026 19:21
Jakarta: Agama merupakan aspek yang sangat penting bagi rakyat Indonesia, sebagaimana yang telah tercantum dalam sila pertama Pancasila dan merupakan negara dengan populasi Muslim terbesar di dunia.
Namun, situasi di negara lain bisa berbeda. Saat ini, komposisi agama dan kepercayaan di tingkat dunia terus mengalami perubahan yang dipengaruhi oleh faktor demografi, migrasi, hingga pergeseran identitas keagamaan di berbagai negara.
Fenomena ini tercermin dalam laporan lembaga riset internasional, Pew Research Center, yang mencatat bahwa pada tahun 2020, peta keagamaan dunia didominasi oleh lima kelompok besar dengan total penganut mencapai miliaran orang.
Data tersebut dihimpun secara mendalam dari lebih dari 2.700 sensus dan survei di berbagai negara, sehingga mampu memberikan gambaran komprehensif mengenai lanskap keagamaan global.
Menariknya, selain agama-agama besar seperti Kristen dan Islam, kelompok yang tidak berafiliasi dengan agama tertentu (religiously unaffiliated) ternyata menempati posisi yang sangat signifikan dalam komposisi populasi dunia saat ini.
Berikut ini adalah lima agama dan kepercayaan terbesar di dunia berdasarkan estimasi jumlah penganut pada tahun 2020:
1. Kristen
Kristen menempati posisi teratas sebagai kelompok keagamaan terbesar di dunia. Pada 2020, jumlah penganut Kristen diperkirakan mencapai sekitar 2,3 miliar orang. Jika dibandingkan dengan tahun 2010, jumlah ini mengalami peningkatan sekitar 121,6 juta jiwa.Besarnya populasi Kristen tercermin dari sebarannya yang luas di berbagai wilayah, mulai dari Eropa, Amerika, Afrika Sub-Sahara, hingga Asia-Pasifik.
Dalam praktiknya, Kristen mencakup beragam denominasi—seperti Katolik, Protestan, Ortodoks, dan berbagai gereja independen—yang berkembang dalam konteks sejarah dan budaya yang berbeda-beda.
2. Islam
Islam berada di peringkat kedua, dengan estimasi penganut sekitar 2,0 miliar orang pada 2020. Dalam kurun waktu satu dekade (2010–2020), jumlah penganut Islam meningkat sekitar 346,8 juta jiwa, menjadikannya kelompok dengan pertumbuhan absolut paling besar dalam periode tersebut.Penyebaran Islam bersifat lintas kawasan, dengan masa konsentrasi besar di Asia (terutama Asia Selatan dan Asia Tenggara), Timur Tengah, Afrika Utara, serta Afrika Sub-Sahara.
Pertumbuhan jumlah penganut ini dipengaruhi oleh sejumlah faktor demografis, termasuk struktur usia yang relatif muda di banyak negara berpenduduk mayoritas Muslim.
3. Tidak Berafiliasi Agama (Religiously Unaffiliated)
Kelompok tidak berafiliasi agama menempati urutan ketiga dalam lanskap global. Pada 2020, jumlahnya diperkirakan mencapai sekitar 1,9 miliar orang, naik sekitar 270,1 juta jiwa dibandingkan tahun 2010.
Salib yang menjadi simbol agama Kristen. (unspokenelements.com)
Kategori ini umumnya mencakup mereka yang menyatakan tidak memiliki afiliasi agama tertentu—seperti ateis, agnostik, atau mereka yang memilih label "tidak beragama" dalam berbagai instrumen survei.
Penting untuk dicatat bahwa tidak berafiliasi agama tidak selalu berarti tidak memiliki keyakinan spiritual sama sekali. Di beberapa negara, individu dapat tetap menjalankan praktik budaya atau tradisi tertentu tanpa menyatakan identitas keagamaan secara formal.
| Baca Juga: 7 Patung Terbesar di Dunia, Ada yang Capai 100 Meter! |
4. Hindu
Hindu berada di peringkat keempat dengan estimasi sekitar 1,2 miliar penganut pada 2020. Dalam periode 2010–2020, jumlah penganutnya bertambah sekitar 126,3 juta jiwa.Hindu memiliki basis penganut terbesar di Asia Selatan, terutama India dan Nepal, meskipun komunitas Hindu juga tersebar luas di berbagai kawasan akibat migrasi dan diaspora.
Sebagai tradisi keagamaan yang kaya akan keragaman, Hindu mencakup berbagai aliran, praktik ibadah, dan tradisi filosofis yang dapat berbeda antarwilayah.
5. Buddha
Buddha berada di urutan kelima dengan estimasi sekitar 0,3 miliar (sekitar 300 juta) penganut pada 2020. Berbeda dari empat kelompok di atas, jumlah penganut Buddha pada periode 2010–2020 justru tercatat menurun sekitar 18,6 juta jiwa.Sebaran penganut Buddha terkonsentrasi di Asia Timur dan Asia Tenggara.
Penurunan jumlah penganut dalam satu dekade terakhir berkaitan erat dengan perubahan demografis serta pergeseran identifikasi keagamaan di sejumlah negara, meskipun praktik dan pengaruh budaya Buddhisme tetap sangat kuat di tengah masyarakat.