Petugas melayani jamaah haji sakit yang akan dipulangkan lebih awal ke tanah air melalui program Tanazul. ANTARA/HO-MCH 2026
142 Haji Sakit Dipulangkan Melalui Program Tanazul
Silvana Febiari • 17 June 2026 07:53
Makkah: Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi memulangkan sebanyak 142 haji yang sakit lebih awal ke Tanah Air melalui program Tanazul yang difasilitasi oleh Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI). Program Tanazul diperuntukkan bagi jemaah yang dinilai layak terbang berdasarkan hasil pemeriksaan medis.
"Program Tanazul ini merupakan program di mana jemaah haji atas indikasi medis dipulangkan lebih awal dari kloternya. Atau jika jemaah hajinya dirawat di rumah sakit dan kloternya telah pulang ke Indonesia, itu kita pulangkan," ujar Penanggung Jawab Evakuasi Tanazul KKHI Makkah Syougie, dilansir dari Antara, Rabu, 17 Juni 2026.
Ia menekankan setiap jemaah yang diusulkan mengikuti program tersebut harus terlebih dahulu menjalani penilaian kesehatan. Aspek keselamatan penerbangan menjadi pertimbangan utama.
Asesmen dilakukan terhadap kondisi medis jemaah, baik yang memiliki penyakit penyerta maupun yang baru selesai menjalani perawatan di rumah sakit. Tim kesehatan kemudian akan menilai stabilitas kondisi pasien dan berkonsultasi dengan dokter penanggung jawab pelayanan (DPJP) terkait.
"Setelah dinilai stabilitasnya, akan kita konsulkan ke DPJP terkait. Misalnya dia ada masalah jantung kita konsulkan ke spesialis jantung, pasca-stroke kita konsulkan ke dokter saraf. Hasilnya dinilai apakah layak terbang atau tidak untuk diprogramkan mutasinya," jelas Syougie.
Ia mengatakan KKHI menerima sekitar 400 permohonan Tanazul. Namun, tidak semuanya berujung pada pelaksanaan evakuasi tersebut karena sebagian jemaah kondisinya membaik dan akhirnya dapat kembali bersama kloternya masing-masing.

Calon jemaah haji asal Indonesia dievakuasi ke Mekah. Foto: Media Center Haji 2026.
Berdasarkan data terakhir yang dihimpun KKHI, sebanyak 142 haji telah dipulangkan melalui program Tanazul. Sementara jumlah permohonan tercatat mencapai 334 pengajuan, belum termasuk tambahan 33 permohonan baru pada awal pekan ini.
Syougie memastikan jemaah sakit yang mengikuti program Tanazul tetap mendapatkan pengawasan medis yang ketat hingga menjelang keberangkatan. "Untuk jemaah sakit, kita akan nilai ulang kembali sebelum penerbangan," ungkapnya.
Ia menambahkan, pendampingan medis dipastikan terus diberikan selama proses pemulangan. Jemaah yang ditanazulkan akan dipantau secara berkala oleh petugas kesehatan sejak di ruang tunggu bandara hingga naik ke pesawat menuju Tanah Air.