Seminar Pasar Modal bertema “IPO Readiness: Strengthen Investor Relations and Corporate Governance”. Foto: Dok istimewa
Perusahaan Didorong Siap IPO untuk Sokong Ekonomi Indonesia
Eko Nordiansyah • 11 June 2026 21:45
Jakarta: Upaya mempersiapkan perusahaan menuju Initial Public Offering (IPO) dinilai tetap menjadi langkah strategis. Persiapan IPO bukan semata-mata untuk menghimpun dana dari publik, tetapi membentuk perusahaan menjadi lebih sehat, profesional, dan berkelanjutan.
Vice Director of Listed Company Development Bursa Efek Indonesia (BEI) Listyorini Dian Pratiwi menilai, kombinasi tata kelola yang kuat dan kegiatan pendekatan aktif kepada investor dapat memaksimalkan pertumbuhan perusahaan bersama dengan pasar modal Indonesia.
Ia mengatakan, melalui sarana pemantauan kinerja dan akuntabilitas manajemen, struktur tata kelola perusahaan menghasilkan kebijakan yang berkualitas, sehingga akan memperkuat daya saing perusahaan di antara rekan-rekannya.
"Tentunya investor akan lebih tertarik pada perusahaan yang memiliki pertumbuhan dan tata kelola yang kuat, sehingga bagi Perusahaan Tercatat, penerapan tata kelola perusahaan harus terus diperhatikan," kata dia dalam Seminar Pasar Modal bertema “IPO Readiness: Strengthen Investor Relations and Corporate Governance”, dikutip Kamis, 11 Juni 2026.
Selain itu, Perusahaan Tercatat juga harus berkomunikasi aktif dengan para investor untuk memastikan bahwa informasi terkait kinerja dan pencapaian Perusahaan disampaikan dengan tepat dan akurat.
Menurutnya, inilah tugas dari fungsi hubungan investor, yaitu sebagai penghubung strategi antara perusahaan dengan komunitas investor untuk meningkatkan keyakinan atas prospek pertumbuhan perusahaan.
"Kami berharap acara hari ini dapat menggugah semangat para pelaku usaha untuk bersama-sama menyiapkan diri untuk bergabung di pasar modal Indonesia sebagai Perusahaan Tercatat," ujar Dian.

(Ilustrasi. Foto: Dok Metrotvnews.com)
Upaya transformasi perusahaan
CEO SW Indonesia Michell Suharli menegaskan, perusahaan tidak boleh melihat IPO hanya sebagai transaksi finansial atau momentum pasar semata. Menurutnya, IPO bukan sekadar menjual saham, tetapi proses transformasi perusahaan."Ketika perusahaan mempersiapkan IPO, mereka memperkuat tata kelola, meningkatkan kualitas pelaporan, membangun sistem pengendalian yang lebih baik, memperkuat kepatuhan, dan meningkatkan profesionalisme organisasi," ujarnya.
Menurutnya, banyak perusahaan terlalu fokus menunggu kondisi pasar yang ideal untuk melantai di bursa. Padahal, manfaat terbesar dari IPO sering kali sudah dirasakan jauh sebelum perusahaan resmi tercatat di pasar modal.
"Kesiapan IPO diyakini akan menciptakan perusahaan yang lebih sehat. Dan perusahaan yang sehat akan menciptakan lapangan kerja, membayar pajak, mendorong inovasi, meningkatkan daya saing nasional, dan menciptakan kesejahteraan yang lebih luas," katanya.
Ia mengatakan, perusahaan-perusahaan sehat merupakan sokoguru perekonomian Indonesia. Semakin banyak perusahaan yang memiliki tata kelola yang baik, transparan, dan berkelanjutan, maka semakin kuat pula fondasi ekonomi nasional.
“Karena pada akhirnya, ekonomi yang kuat tidak hanya dibangun oleh pemerintah. Ekonomi yang kuat dibangun oleh perusahaan-perusahaan yang sehat, bertanggung jawab, dan berintegritas,” lanjut Michell.
Seminar ini juga menyoroti pentingnya Investor Relations dan Corporate Governance sebagai dua fondasi utama dalam membangun kepercayaan pasar. Di era ketika investor semakin selektif dan menaruh perhatian besar pada transparansi serta keberlanjutan bisnis, perusahaan dituntut untuk tidak hanya bertumbuh besar, tetapi juga bertumbuh sehat.
Di tengah fluktuasi pasar dan ketidakpastian global, para pelaku usaha didorong untuk tidak menunda proses pembenahan internal perusahaan. Persiapan IPO harus dipandang sebagai investasi jangka panjang untuk memperkuat organisasi.