Pemkab Bintan Bangun Sumur Bor di Wilayah Terdampak Kekeringan

Sekretaris Daerah (Sekda) Bintan Rony Kartika. ANTARA/Ogen

Pemkab Bintan Bangun Sumur Bor di Wilayah Terdampak Kekeringan

Silvana Febiari • 31 March 2026 21:12

Bintan: Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bintan, Kepulauan Riau (Kepri) segera membangun tiga sumur bor dan penampungannya di tiga wilayah terdampak kekeringan. Tiga wilayah tersebut, yakni Kelurahan Tanjung Permai, Kelurahan Teluk Lobam dan Desa Teluk Sasah.

"Sudah kami laporkan ke Pak Bupati, beliau langsung menyetujui. Pertama, sesegera mungkin dibangun sumur bor, target kita minimal dua pekan ke depan sudah bisa beroperasi," kata Sekretaris Daerah (Sekda) Bintan Rony Kartika, dilansir dari Antara, Selasa, 31 Maret 2026. 

Sambil menunggu pembangunan tersebut, kata dia, suplai air bersih dari organisasi perangkat daerah (OPD) Pemkab Bintan dan bantuan dari swasta (BIIE) tetap menyasar ke pemukiman warga terdampak kesulitan air imbas kemarau selama satu bulan terakhir. 
 


Menurut Rony, sumur bor tersebut akan menjadi sumber air bersih yang dapat dimanfaatkan oleh seluruh masyarakat secara gratis selama 24 jam. Untuk sementara, terdapat tiga titik sumur bor yang berada di halaman Kantor Lurah dan Kantor Desa di masing-masing lokasi, karena ketiganya merupakan lahan milik Pemerintah Kabupaten Bintan.

"Jika ada masyarakat yang lokasinya lumayan jauh ke titik itu, kita lihat lagi, apakah ada lokasi lain yang memungkinkan untuk dibangun sumur bor, baik secara lahan maupun lainnya, karena ini akan dimanfaatkan masyarakat secara terbuka," ujar Ronny.


Ilustrasi kekeringan. Medcom.id


Untuk langkah jangka menengah dan panjang, Rony menjelaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Bintan akan melakukan kajian serta perhitungan terkait pemanfaatan sumber air baku dari sejumlah waduk. Salah satunya adalah waduk di Kampung Limau, Desa Busung, yang secara teknis memiliki volume dan tingkat keasaman (pH) air yang telah memenuhi standar air baku SPAM.

Ia menambahkan, hingga saat ini Pemerintah Kabupaten Bintan melalui seluruh OPD serta pihak swasta terus mendistribusikan bantuan air bersih kepada masyarakat akibat musim kemarau panjang. Tercatat, lebih dari 24 ribu kepala keluarga (KK) di hampir delapan kecamatan se-Bintan terdampak kekeringan.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Silvana Febiari)