Peringatan Tsunami Berakhir, BMKG Catat Kenaikan Permukaan Air Laut

Gelombang di pesisir. Foto: Anadolu Agency.

Peringatan Tsunami Berakhir, BMKG Catat Kenaikan Permukaan Air Laut

Atalya Puspa • 2 April 2026 16:14

Jakarta: Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) resmi mengakhiri peringatan dini tsunami pascagempa bumi berkekuatan magnitudo 7,6 yang mengguncang wilayah Pulau Batang Dua, Ternate, Maluku Utara, Kamis, 2 April 2026, pagi.

Kepala BMKG Teuku Faisal Fathani menyampaikan, peringatan dini tsunami dicabut pada pukul 09.56 WIB setelah pemantauan menunjukkan kondisi relatif aman. Meski demikian, BMKG mencatat adanya kenaikan permukaan air laut di sejumlah wilayah terdampak.

“Hasil pemantauan BMKG, terjadi kenaikan tinggi muka air laut di sejumlah wilayah, di antaranya Halmahera Barat sebesar 0,30 meter dan Bitung 0,20 meter,” ujar Faisal dalam keterangannya di Jakarta, Kamis, 2 April 2026.

Kenaikan permukaan air juga terdeteksi di Sidangoli (0,35 meter), Minahasa Utara (0,75 meter), Belang (0,68 meter), serta Bumbulan (0,13 meter).
 


Gempa yang berpusat di laut pada kedalaman 33 kilometer itu dipicu aktivitas subduksi di Laut Maluku dengan mekanisme pergerakan naik (thrust fault). Guncangan dirasakan cukup kuat di sejumlah wilayah di Indonesia timur.

Deputi Bidang Geofisika BMKG Nelly Florida mengungkapkan, gempa berdampak di sedikitnya tiga provinsi, yakni Maluku Utara, Sulawesi Utara, dan Gorontalo.

Di Kota Ternate, getaran mencapai skala V–VI MMI, yang dirasakan oleh seluruh penduduk hingga menyebabkan kepanikan dan sebagian kerusakan ringan pada bangunan. Sementara di Manado, intensitas gempa tercatat IV–V MMI, sedangkan wilayah Gorontalo merasakan getaran dengan intensitas lebih rendah, yakni II–III MMI.

“Hingga pukul 09.50 WIB, hasil monitoring BMKG menunjukkan adanya 48 aktivitas gempa susulan (aftershock) dengan magnitudo terbesar M5,5,” kata Nelly.

Plt. Direktur Gempabumi dan Tsunami BMKG Rahmat Triyono memastikan pihaknya akan menurunkan tim untuk melakukan pemetaan makroseismik dan mikroseismik, serta memasang portable seismograph guna memantau aktivitas lanjutan.

Sejumlah kerusakan dilaporkan terjadi, antara lain di gedung KONI Sario Manado serta Gereja Kalvari di Pulau Batang Dua, Ternate.

BMKG mengimbau masyarakat tetap waspada terhadap potensi gempa susulan. Plt. Direktur Seismologi Teknik BMKG A. Fachri Radjab meminta warga memastikan kondisi bangunan sebelum kembali beraktivitas.


Gelombang di pesisir. Foto: Anadolu Agency. 

“Kami mengimbau masyarakat untuk memeriksa struktur bangunan. Jika masih terdapat retakan atau kerusakan, sebaiknya tidak langsung masuk ke dalam,” ujarnya.

BMKG juga mengingatkan masyarakat untuk tetap tenang dan hanya mengakses informasi resmi melalui kanal komunikasi BMKG.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(M Sholahadhin Azhar)