Imigrasi Indonesia Optimalisasi Layanan dan Penguatan Ekosistem Digital

Wakil Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan Silmy Karim. Foto: Istimewa

Imigrasi Indonesia Optimalisasi Layanan dan Penguatan Ekosistem Digital

Candra Yuri Nuralam • 5 February 2026 16:36

Jakarta: Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan Indonesia memulai tahun 2026 dengan dua langkah strategis. Yakni, transformasi digital melalui optimalisasi ekosistem digital keimigrasian dan perluasan jangkauan layanan dengan meresmikan 18 kantor imigrasi baru di seluruh Indonesia.

Wakil Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, Silmy Karim, menyebut optimalisasi itu untuk memperkuat perlindungan warga negara Indonesia. Terutama, dari tindak pidana perdagangan orang dan tindak pidana penyelundupan manusia.

"Kita harus tetap berada di garda terdepan dalam mencegah TPPO dan TPPM, serta memberikan pelayanan terbaik untuk masyarakat. Pengakuan internasional yang diterima pada tahun 2025 harus menjadi semangat kami untuk terus maju," kata Silmy dalam keterangan yang dikutip Kamis, 5 Februari 2026.

Pada 22 Januari 2026, Silmy Karim, memimpin Rapat Koordinasi Pimpinan Tinggi Imigrasi di Tangerang bertema "Optimalisasi Layanan, Penegakan Hukum, dan Infrastruktur dalam Mewujudkan Ekosistem Digital Keimigrasian". Empat hari kemudian, Menteri Agus Andrianto meresmikan 18 kantor imigrasi baru dalam rangka perayaan Hari Bhakti Imigrasi (HBI) ke-76 di Kampus Politeknik Imigrasi, Tangerang.
 


Penerapan sistem "All Indonesia" telah mengubah wajah pelayanan keimigrasian di seluruh pintu gerbang negara, mempermudah dan mempercepat proses perlintasan secara signifikan. Silmy Karim menyatakan bahwa sistem ini adalah hasil kolaborasi selama dua tahun dengan berbagai kementerian dan lembaga pemerintah. Sistem ini memberikan efisiensi waktu, integrasi data yang memudahkan verifikasi identitas, serta peningkatan keamanan melalui deteksi dini potensi ancaman.

Program modernisasi 2026 juga mencakup penambahan unit autogate di bandara dan pelabuhan laut, serta peningkatan fasilitas Pos Lintas Batas Negara (PLBN) dan Pos Lintas Batas Tradisional (PLBT) di wilayah perbatasan.


Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan Agus Adrianto dan Wakil Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan Silmy Karim. Foto: Istimewa

Menteri Agus Andrianto menekankan bahwa pengembangan kantor-kantor imigrasi baru ini bukan hanya untuk memperluas jangkauan layanan, tetapi juga untuk mengembangkan layanan berbasis teknologi yang terus ditingkatkan. Dengan penambahan 18 kantor baru, total kantor imigrasi di Indonesia kini mencapai 151 unit dari sebelumnya 133 unit.

Kantor-kantor baru ini tersebar di berbagai wilayah Indonesia, dengan fokus untuk memberikan pelayanan yang lebih dekat, cepat, dan mudah diakses oleh masyarakat.

"Dengan adanya kantor imigrasi baru ini, pelayanan keimigrasian akan semakin dekat, cepat, dan mudah diakses oleh masyarakat, yang selama ini sering mengalami kendala dalam mengurus dokumen keimigrasian," kata Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, Agus Andrianto.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(M Sholahadhin Azhar)