Presiden Prabowo Subianto tiba di Bandar Udara Internasional Zurich, Swiss, pada Rabu, 21 Januari 2026. Dok. BPMI
Istana Bantah Presiden Prabowo Gunakan 2 Pesawat Kenegaraan
M Ilham Ramadhan Avisena • 3 February 2026 14:23
Jakarta: Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya meluruskan isu yang menyebut Presiden Prabowo Subianto menggunakan dua pesawat kenegaraan setiap kali melakukan kunjungan ke luar negeri. Teddy menegaskan isu tersebut tidak benar.
Teddy menjelaskan sejak sebelum menjabat sebagai Presiden, Prabowo konsisten menggunakan pesawat milik perusahaan pribadi untuk perjalanan luar negeri. Pola tersebut tetap berlanjut di awal masa jabatan Presiden, dengan penyesuaian sesuai aturan protokoler negara.
"Itu tidak benar. Pak Presiden, sejak sebelum menjabat sebagai Presiden pun, selalu menggunakan pesawat perusahaan milik pribadi beliau," ujar Teddy di Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa, 3 Februari 2026.
Dia menambahkan pada awal masa menjabat sebagai Presiden, Prabowo melakukan kombinasi perjalanan luar negeri dengan pesawat pribadi dan satu pesawat TNI Angkatan Udara. Pesawat TNI AU tersebut bukan pesawat kepresidenan, melainkan untuk mendukung kebutuhan pengamanan dan protokol.
"Sebagai Presiden, bila ke luar negeri, di awal-awal, beliau menggunakan pesawat perusahaan pribadi beliau, plus satu pesawat TNI AU Boeing 737. Itu pun bukan pesawat kepresidenan," kata Teddy.
Menurutnya, keberadaan pesawat pendamping semata-mata untuk mengangkut unsur pengamanan dan pendukung sesuai ketentuan perundang-undangan.
"Karena sesuai undang-undang, sesuai aturan, harus ada paspampres, harus ada protokol, ada tim dokter, ada tim Kementerian Luar Negeri, ada wartawan, dan sebagainya," terang dia.
Namun, dalam satu tahun terakhir, Prabowo hanya menggunakan satu pesawat untuk perjalanan luar negeri jarak jauh, yakni pesawat maskapai nasional Garuda Indonesia.
"Faktanya, sejak sudah satu tahun ini, Presiden Prabowo ke luar negeri, jarak jauh, selalu menggunakan pesawat satu. Apa itu? Maskapai nasional, kebanggaan kita, Garuda Indonesia, Boeing 777," jelas dia.
Baca Juga:
Presiden Prabowo Dukung Kemajuan Teknologi Aviasi Indonesia |

Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya. Dok. BPMI Setpres
Penggunaan pesawat Garuda Indonesia Boeing 777 dinilai sekaligus sebagai simbol kebanggaan nasional. Presiden, kata Teddy, ingin menunjukkan kapasitas Indonesia sebagai negara besar dengan maskapai nasional yang kuat.
"Kenapa? Karena kita memperlihatkan Indonesia negara besar, negara kuat, negara hebat. Kita punya maskapai besar, Pak Presiden mau menunjukkan itu," ujar dia.
Teddy memastikan tidak ada perlakuan khusus pada pesawat yang digunakan Presiden Prabowo. Konfigurasi kabin tetap standar tanpa modifikasi kepresidenan.
"Pesawat 777 Garuda itu konfigurasinya masih seperti apa adanya. Tidak ada berubah, tidak ada khusus kepresidenan, VIP dan sebagainya. Masih sama," kata dia.