13 Kecamatan di Kabupaten Serang Terendam Banjir

Petugas meninjau lokasi banjir di Kabupaten Serang, Banten, Senin (5/1/2026). ANTARA/HO-BPBD Kabupaten Serang

13 Kecamatan di Kabupaten Serang Terendam Banjir

Whisnu Mardiansyah • 5 January 2026 13:11

Serang: Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Serang mencatat bencana hidrometeorologi berupa banjir, tanah longsor, dan angin kencang meluas di wilayahnya. Bencana tersebut melanda 13 kecamatan, berdampak pada ribuan keluarga dan fasilitas umum.

“Dampaknya meluas di 20 desa pada 13 kecamatan. Total warga yang terdampak mencapai 3.514 Kepala Keluarga (KK) atau 11.700 jiwa,” ujar Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Serang Ajat Sudrajat di Serang seperti dilansir Antara, Senin, 5 Januari 2026.

Bencana dipicu hujan dengan intensitas sedang hingga lebat disertai angin kencang yang terjadi beruntun sejak 2 Januari 2026. Berdasarkan data terbaru BPBD hingga Senin pagi, sebanyak 3.164 unit rumah warga terdampak.

Rincian kerusakan menunjukkan 3.145 rumah terendam banjir, 13 rumah rusak akibat pergerakan tanah atau longsor, dan enam rumah rusak diterjang angin kencang. Banjir tidak hanya menyasar permukiman. Ajat menyebut fasilitas umum juga ikut terdampak.

“Banjir tidak hanya merendam permukiman, tetapi juga fasilitas umum seperti dua sekolah, dua masjid, dan dua mushala,” katanya.
 


Sektor pertanian mengalami kerugian signifikan. Sekitar 108 hektare lahan persawahan di Kecamatan Pamarayan terendam, dengan usia tanaman rentan antara 0 hingga 60 hari.

“Kondisi terkini tinggi muka air di beberapa lokasi banjir berkisar antara 5 hingga 45 sentimeter. Sebagian warga ada yang melakukan evakuasi mandiri ke rumah kerabat yang lebih aman,” tambah Ajat.

Tiga belas kecamatan yang terdampak meliputi Kibin, Kramatwatu, Padarincang, Lebakwangi, Ciruas, Tirtayasa, Pontang, Pamarayan, Mancak, Cinangka, Baros, Petir, Waringinkurung, dan Cikeusal.


Ilustrasi Medcom.id

Menyikapi situasi ini, BPBD Kabupaten Serang merekomendasikan penetapan Status Siaga Darurat Bencana Hidrometeorologi di wilayah kabupaten. BPBD juga menyoroti kebutuhan mendesak bagi para korban. Bantuan yang paling diperlukan antara lain makanan siap saji, family kit, pakaian layak pakai, obat-obatan, dan terpal untuk tempat tinggal sementara.

Rekomendasi ini disampaikan untuk mempercepat koordinasi bantuan dan penanganan darurat guna meringankan beban warga yang terdampak bencana alam beruntun ini.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Whisnu M)