Sepanjang 2025, Aceh Diguncang 1.556 Gempa Bumi

Gambaran peta peristiwa gempa bumi di Kabupaten Bener Meriah, Aceh, Kamis (31/12/2025). ANTARA/HO-Dok BMKG

Sepanjang 2025, Aceh Diguncang 1.556 Gempa Bumi

Lukman Diah Sari • 1 January 2026 16:57

Banda Aceh: Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Geofisika Aceh Besar menyebutkan Provinsi Aceh mengalami 1.556 kejadian gempa bumi sepanjang 2025.

"Sepanjang tahun 2025, bumi Aceh terus bergerak, sebanyak 1.556 kejadian gempa bumi tercatat," kata Kepala BMKG Stasiun Geofisika Aceh Besar Andi Azhar Rusdin, yang dihubungi dari Banda Aceh, Kamis, 1 Januari 2026, melansir Antara.

Dari total tersebut, kata Andi, terdapat 75 gempa yang dirasakan masyarakat. Gempa berkekuatan terbesar tercatat bermagnitudo 6,3, dengan kedalaman terjauh mencapai 222 kilometer (km).

Ilustrasi- BMKG: Gempa di Gayo Lues akibat adanya aktivitas Sesar Besar Sumatra pada segmen Oreng, 25 Desember 2025. ANTARA/HO-BMKG

Untuk tingkat kedalaman, sebanyak 1.466 kejadian termasuk kategori dangkal atau di bawah 60 km. Sedangkan 90 kejadian masuk kategori menengah, yaitu di atas 60 km hingga di bawah 300 km. Sepanjang 2025, tidak ada gempa bumi di Aceh yang melebihi kedalaman 300 km.

"Jumlah kejadian gempa bumi pada 2025 ini mengalami kenaikan sebesar 39 persen dari tahun sebelumnya," ujar Andi.

Ia juga menyebutkan, terdapat lima kejadian gempa signifikan pada 2025. Di antaranya gempa bermagnitudo 6,3 dengan kedalaman 10 km di Sinabang, Kabupaten Simeulue, pada 27 November 2025. Kemudian gempa bermagnitudo 6,3 dengan kedalaman 15 km di Sabang pada 29 Juli 2025.

"Selanjutnya, magnitudo 5.9 terjadi tiga kali, pertama pada 31 Januari di Aceh Selatan dengan kedalaman 59 km. Kemudian, 8 April di Sinabang, kedalamannya 30 km, dan terakhir di Blangpidie, Kabupaten Aceh Barat Daya pada 11 Mei dengan kedalaman 83 km," kata Andi.

Ia menambahkan, gempa paling banyak terjadi pada September 2025, yakni sebanyak 239 kali, dengan enam di antaranya dirasakan masyarakat.

"Selanjutnya pada Oktober sebanyak 218 kali (enam dirasakan), November 146 kali (enam dirasakan), dan bulan Desember 104 kali, tetapi gempa yang dirasakan sebanyak 17 kali," ujar Andi.

Andi menegaskan, di balik setiap angka tersebut terdapat pembelajaran penting bahwa Aceh berada di wilayah aktif seismik yang menuntut kesiapsiagaan bersama. Karena itu, ia mengajak masyarakat memahami pola, sebaran, dan karakteristik gempa bumi di Aceh sebagai bekal meningkatkan kewaspadaan.

"Tetap waspada, siapkan tas siaga bencana, kenali jalur evakuasi dan titik kumpul, dan pantau informasi resmi dari BMKG. Karena kesiapsiagaan hari ini adalah keselamatan di masa depan," pesan Andi.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Lukman Diah Sari)