Studi: Gaji Lulusan S1 ITS Rata-rata di Atas UMR

Ilustrasi, Wisuda ITS. Foto: ITS.

Studi: Gaji Lulusan S1 ITS Rata-rata di Atas UMR

Husen Miftahudin • 8 June 2026 15:12

Jakarta: Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya melaporkan hasil Tracer Study ITS 2024 jenjang S1/D4, yang menunjukkan lulusan S1/D4 memiliki gaji rata-rata di atas Upah Minimum Regional (UMR).

Tracer Study merupakan hasil survei dari responden alumni kampus yang dilakukan lembaga penyedia pendidikan tinggi. Studi ini bertujuan untuk mengetahui kualitas pendidikan di perguruan tinggi dapat memenuhi kebutuhan dunia usaha atau industri.
 

Penghasilan rata-rata alumni


Tracer Study merupakan sumber informasi penting bagi calon mahasiswa untuk mengetahui gambaran kondisi lulusan suatu perguruan tinggi. Salah satu informasi yang paling banyak dicari masyarakat adalah take home pay (THP) yang diterima oleh lulusan ITS.

Berdasarkan hasil laporan tersebut, rata-rata THP yang diterima oleh alumni ITS yang bekerja itu sekitar Rp6.947.914. Jika dilihat lebih detail, tempat kerja lulusan ITS lebih banyak menempati pekerjaan di Kota Surabaya, Jakarta Selatan, Jakarta Pusat, Kabupaten Sidoarjo, Kabupaten Gresik, dengan pendapatan lebih tinggi dari Upah Minimum Kabupaten/Kota (UMK) tempat alumni bekerja.
 
Baca juga: Rekrutmen Dosen Tetap ITS 2026 Resmi Dibuka, Cek Syarat dan Waktunya di Sini!


(Ilustrasi. Foto: Metrotvnews.com/Husen)
 

Penghasilan rata-rata alumni berwirausaha


Adapun para lulusan ITS yang mengambil langkah untuk membuat usaha sendiri memiliki rata-rata penghasilan sebesar Rp9.365.787.

Sub ini menjadi penting demi mendorong alumni untuk lebih berani mengambil bidang kewirausahaan, karena penghasilan yang didapat besar bagi lulusan baru.
 

Masa tunggu alumni bekerja


Selain itu, calon mahasiswa baru ITS dapat memantau juga masa tunggu alumni untuk mendapatkan pekerjaan. Tercatat dalam laporan, masa tunggu rata-rata alumni untuk mendapatkan pekerjaan selama 2,41 bulan.

Hal itu didominasi oleh alumni yang mendapatkan pekerjaan setelah lulus sebesar 82,02 persen responden. Sementara sebelum lulus yang sudah mendapatkan pekerjaan terdapat 15,98 persen responden. (Adrian Bachtiar)

(Husen Miftahudin)