Chargé d'Affaires Kedutaan Besar Malaysia untuk Indonesia, Farzamie Sarkawi. Foto: Metrotvnews.com
Wisata Kesehatan Jadi Pilar Hubungan Erat Indonesia-Malaysia
Fajar Nugraha • 6 June 2026 13:10
Jakarta: Kedutaan Besar Malaysia di Indonesia menilai sektor pariwisata dan wisata kesehatan menjadi salah satu pilar penting dalam mempererat hubungan Malaysia dan Indonesia.
Hal itu disampaikan Chargé d'Affaires Kedutaan Besar Malaysia untuk Indonesia, Farzamie Sarkawi, saat pembukaan Malaysia Fair 2026 di Gandaria City, Jakarta, Jumat, 5 Juni 2026.
Farzamie mengatakan, hubungan diplomatik Malaysia dan Indonesia yang akan memasuki usia 70 tahun pada 2027 terus menunjukkan perkembangan positif.
Kedekatan sejarah, budaya, bahasa, dan hubungan antarmasyarakat dinilai menjadi fondasi kuat bagi kerja sama kedua negara di berbagai bidang, termasuk pariwisata, pendidikan, perdagangan, dan kesehatan.
Menurutnya, Indonesia merupakan mitra dagang terbesar kedua Malaysia di ASEAN dan pasar wisata yang sangat penting. Pada 2025, Malaysia menerima sekitar 4,26 juta wisatawan asal Indonesia, meningkat 2,4 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
"Pertukaran kunjungan yang aktif ini mencerminkan hubungan persahabatan yang semakin erat antara rakyat kedua negara. Ini juga menunjukkan besarnya potensi pariwisata regional yang dapat diperkuat melalui kerja sama strategis dan peningkatan konektivitas penerbangan," ujar Farzamie dalam pembukaan acara.
Selain sektor pariwisata, Malaysia juga terus memperkuat posisinya sebagai destinasi wisata kesehatan di kawasan. Sepanjang 2025, sekitar 970 ribu wisatawan kesehatan dari Indonesia berobat ke Malaysia, meningkat sekitar 2–3 persen dibandingkan 2024.
Farzamie menyebut tingginya minat masyarakat Indonesia terhadap layanan kesehatan Malaysia didukung oleh kualitas tenaga medis, fasilitas rumah sakit berstandar internasional, serta pelayanan yang kompetitif. Kepercayaan tersebut menjadi salah satu faktor yang mendorong penguatan kerja sama kesehatan antara kedua negara.
Melalui Malaysia Fair 2026 yang berlangsung pada 4–7 Juni, Malaysia menghadirkan lebih dari 20 rumah sakit swasta serta berbagai pelaku industri pariwisata, pendidikan, dan penerbangan dalam satu platform. Pameran ini menjadi bagian dari kampanye Visit Malaysia 2026 dan Malaysia Year of Medical Tourism 2026 yang mengusung tema Healing Meets Hospitality.
Farzamie menegaskan kegiatan tersebut bukan sekadar ajang promosi destinasi, tetapi juga sarana mempererat hubungan antarmasyarakat kedua negara. "Pariwisata bukan sekadar industri, tetapi juga jembatan persahabatan yang menyatukan rakyat Malaysia dan Indonesia," ucap Farzamie.
(Keysa Qanita)