Bantuan Pangan Bakal Disesuaikan dengan Komoditas Surplus, Mendag: Gak Cuma Beras-Minyakita

Warga penerima mengangkat bantuan pangan beras. Foto: MI/Ramdani.

Bantuan Pangan Bakal Disesuaikan dengan Komoditas Surplus, Mendag: Gak Cuma Beras-Minyakita

Husen Miftahudin • 4 June 2026 15:16

Jakarta: Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso mengatakan bantuan pangan ke depan tidak harus selalu berupa beras dan Minyakita tetapi dapat menggunakan komoditas lain yang membutuhkan dukungan penyerapan, seperti telur.
 
Menurut Budi, skema tersebut bertujuan menjaga keseimbangan pasokan dan harga di tingkat petani maupun peternak ketika terjadi kelebihan produksi yang berpotensi menekan harga.
 
"Jadi misalnya ketika harga telur itu sedang turun, maka bantuan pangan tidak mesti Minyakita atau beras, tapi bisa juga telur. Jadi ini dalam rangka menyerap produk-produk makanan kita atau produk bahan pokok kita, yang memang produksinya sekarang nambah," ujar Budi di Jakarta, dikutip dari Antara, Kamis, 4 Juni 2026.
 
Ia menjelaskan, kebijakan tersebut tengah disiapkan seiring turunnya harga telur di sejumlah daerah, terutama di Blitar, Jawa Timur. Pemerintah telah berkoordinasi dengan Badan Gizi Nasional (BGN) agar Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di daerah tersebut menyerap produksi telur peternak lokal.
 
Langkah itu dilakukan untuk membantu mengangkat harga telur agar kembali mendekati harga eceran tertinggi (HET) sekaligus menjaga kesejahteraan peternak.
 

Baca juga: Bansos BPNT Tahap II Juni 2026 Sudah Cair, Penerima Bisa Cek Segera


(Telur. Foto: dok Metrotvnews.com)
 

Dorong penyerapan surplus produksi telur

 
Saat ini, produksi telur nasional mengalami surplus sekitar 12 persen. Menurut Budi, kebutuhan pasar sebenarnya tersedia, namun perlu pengaturan penyerapan yang lebih optimal melalui program-program pemerintah.
 
"Sekarang surplus 12 persen untuk telur sehingga ini bagus buat peternak. Dan penyerapannya sebenarnya ada, tinggal kita mengatur manajemennya untuk SPPG dengan baik, sehingga telur bisa terserap dengan baik," jelas Budi.
 
Selain telur, pemerintah juga akan menerapkan pendekatan serupa pada komoditas pangan lain. Jika harga daging ayam turun di bawah HET, BGN akan didorong untuk meningkatkan penyerapan melalui program Makan Bergizi Gratis yang dijalankan SPPG.
 
Menurut dia, fleksibilitas bantuan pangan tersebut menjadi salah satu instrumen pemerintah untuk menjaga stabilitas harga sekaligus memastikan hasil produksi petani dan peternak terserap dengan baik di pasar domestik.

(Husen Miftahudin)