Presiden Iran Masoud Pezeshkian. (Anadolu Agency)
Presiden Iran Janji Atasi Krisis Ekonomi di Tengah Gelombang Protes Nasional
Muhammad Reyhansyah • 12 January 2026 09:53
Teheran: Presiden Iran Masoud Pezeshkian pada Minggu, 11 Januari 2026, bertekad menyelesaikan persoalan ekonomi nasional di tengah aksi protes yang masih berlangsung di sejumlah wilayah Iran.
Pezeshkian juga menyebut “musuh-musuh Iran berupaya menebar kekacauan dan ketidakstabilan” menyusul perang 12 hari dengan Israel pada Juni lalu. Pernyataan itu disampaikan melalui televisi pemerintah dan menjadi komentar pertamanya sejak gelombang protes yang dipicu memburuknya kondisi ekonomi dan anjloknya nilai tukar rial berubah menjadi kekerasan pekan lalu.
Ia mengecam serangan terhadap fasilitas umum, termasuk masjid, di Teheran dan kota-kota lain, serta menuding Amerika Serikat (AS) dan Israel berada di balik aksi kekerasan tersebut.
Tidak ada data resmi mengenai korban jiwa, namun sejumlah organisasi non-pemerintah di luar Iran memperkirakan sedikitnya 116 orang tewas, termasuk aparat keamanan dan demonstran, serta lebih dari 1.000 orang terluka.
Dilansir dari Anadolu Agency, Senin, 12 Januari 2026, pemerintah Iran menuduh Washington dan Tel Aviv mendukung protes yang semakin brutal, khususnya di Teheran, di mana gedung pemerintahan, bank, bus, dan masjid dilaporkan dibakar oleh kelompok bersenjata dalam beberapa hari terakhir. Akses internet juga dilaporkan dibatasi di seluruh negeri.
Pezeshkian menuduh AS dan Israel “melatih kelompok tertentu” di dalam dan luar Iran serta membawa “teroris dari luar negeri” untuk membakar masjid, pasar, dan fasilitas publik.
“Mereka membunuh sebagian orang dengan senjata, membakar yang lain, dan memenggal sebagian lainnya. Kejahatan seperti ini benar-benar di luar karakter rakyat kami. Ini bukan rakyat kami. Mereka tidak berasal dari negara ini,” kata Pezeshkian. Ia menambahkkan, “Jika seseorang memprotes demi negara ini, kami mendengarkan dan menangani tuntutan mereka.”
Ia mengakui pemerintah memiliki “kekurangan dan masalah” dan menegaskan upaya tengah dilakukan untuk meredakan keresahan publik, terutama terkait kondisi ekonomi.
“Di mana di dunia tindakan seperti ini diterima sebagai protes? Jika ini terjadi di AS, apakah mereka akan membiarkannya? Jika seseorang menyerang pangkalan militer atau pusat kota, apakah itu akan dianggap protes?” ujarnya.
Menurut Pezeshkian, mereka yang menyerang properti publik bukanlah demonstran, melainkan perusuh. Ia menegaskan pemerintah bersedia berdialog dengan warga yang memiliki tuntutan sah.
Tuduhan Campur Tangan Asing
Presiden Iran itu juga mengatakan AS dan Israel gagal “membuat Iran bertekuk lutut” selama perang singkat pada Juni lalu dan kini berupaya melakukan hal yang sama melalui kerusuhan domestik.“Kami akan membangun negara ini dengan bantuan rakyat dan berdiri teguh melawan konspirasi eksternal dan kerusuhan, bersama para produsen dan pedagang. Kami akan menghentikannya dengan kekuatan,” katanya, seraya menyampaikan belasungkawa kepada para korban tewas dalam aksi protes.
Sebelum protes berubah menjadi kekerasan pada Kamis malam, Presiden AS Donald Trump menulis di media sosial bahwa Washington akan “datang menolong” para demonstran Iran jika pemerintah menggunakan kekuatan mematikan.
Pernyataan itu menuai kecaman keras dari pejabat tinggi Iran, termasuk Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei, kepala keamanan Ali Larijani, dan Menteri Luar Negeri Abbas Araghchi.
Pezeshkian menuding AS dan Israel menghasut generasi muda Iran. “Orang-orang yang sama yang menghancurkan negara ini dan membunuh pemuda serta anak-anak kami kini mengarahkan para perusuh untuk menghancurkan lebih jauh,” katanya.
Ia kembali meyakinkan publik bahwa pemerintah akan berupaya menyelesaikan masalah ekonomi dan menyerukan kepada keluarga agar tidak membiarkan anak-anak mereka terlibat dengan “perusuh dan teroris.”
“Silakan protes, kami akan mendengarkan dan menyelesaikan tuntutan kalian. Mari bekerja bersama mengatasi masalah. Namun, memperburuk kondisi ekonomi negara melalui kekacauan tidak menguntungkan siapa pun,” pungkas Pezeshkian.
Baca juga: Kelompok Aktivis Klaim Korban Tewas Protes Nasional di Iran Capai 538 Orang