PTPP Raih Kontrak Baru Rp6,88 Triliun per April, 82% Proyek Pemerintah

RUPST Tahun Buku 2025 PTPP. Foto: dok PTPP.

PTPP Raih Kontrak Baru Rp6,88 Triliun per April, 82% Proyek Pemerintah

Husen Miftahudin • 20 May 2026 13:51

Jakarta: PT PP (Persero) Tbk atau PTPP berhasil membukukan perolehan nilai kontrak baru sebesar Rp6,88 triliun hingga April 2026. Perolehan kontrak baru tersebut didominasi oleh proyek dengan sumber dana pemerintah sebesar 82 persen, diikuti proyek BUMN sebesar 10 persen, serta proyek swasta sebesar delapan persen.

Berdasarkan lini bisnis, kontribusi terbesar berasal dari sektor Jalan dan Jembatan sebesar 35 persen, Disaster Response sebesar 26 persen, Rumah Sakit sebesar 16 persen, Smelter dan Pertambangan sebesar 10 persen, Gedung sebesar enam persen, Pelabuhan sebesar tiga persen, Sumber Daya Air sebesar tiga persen, serta Infrastruktur Air sebesar dua persen.

Salah satu proyek yang diperoleh perseroan per April 2026 yang memiliki kontribusi nilai kontrak terbesar yaitu Pembangunan Jalan KSPEAN Wanam-Muting Segmen 1 dengan nilai kontrak sebesar Rp1,77 triliun.

Corporate Secretary PTPP Joko Raharjo menyampaikan perseroan akan terus berkomitmen menjaga kinerja operasional dan keuangan secara berkelanjutan melalui penerapan strategi bisnis yang prudent, penguatan fundamental perusahaan, serta peningkatan implementasi tata kelola perusahaan yang baik.

"PTPP akan terus fokus pada penciptaan nilai tambah yang berkelanjutan melalui optimalisasi portofolio proyek, peningkatan operational excellence, serta penguatan daya saing Perseroan di tengah dinamika industri konstruksi nasional," ungkap Joko dalam RUPST Tahun Buku 2025 seperti dikutip dari keterangan tertulis, Rabu, 20 mei 2026.

Ia juga menambahkan, perseroan optimistis dapat mempertahankan pertumbuhan kinerja dengan tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian, manajemen risiko yang optimal, serta implementasi Good Corporate Governance (GCG) secara konsisten di seluruh lini bisnis perseroan.
 

Baca juga: PTPP Raih Kontrak Baru Rp3,87 Triliun per Februari 2026


(Ilustrasi. Foto: dok MI)
 

Ubah susunan pengurus perseroan


Adapun dalam RUPS Tahun Buku 2025, pemegang saham menyetujui perubahan susunan pengurus perseroan. Dengan demikian, susunan Dewan Komisaris dan Direksi Perseroan menjadi sebagai berikut:
 

Dewan Komisaris

  • Komisaris Utama/Komisaris Independen: Dhony Rahajoe.
  • Komisaris: Setya Nugraha.
  • Komisaris: Aisyah Zakiyyah.
  • Komisaris: Giri Suprapdiono.
  • Komisaris Independen: Tjia Marwan.
  • Komisaris Independen: Ain Rika Armina.
 

Jajaran Direksi

  • Direktur Utama: Novel Arsyad.
  • Direktur Keuangan: Faizal Rahmad.
  • Direktur Manajemen Risiko & Legal: Tommy Wiranata A.
  • Direktur Strategi Korporasi dan HCM: I Gede Upeksa Negara.
  • Direktur Operasi Bidang Infrastruktur: Yul Ari Pramuraharjo.
  • Direktur Operasi Bidang Gedung: Yuyus Juarsa.

"Perseroan menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas dedikasi serta kontribusi jajaran pengurus sebelumnya dalam mendukung transformasi dan pengembangan bisnis perseroan selama masa jabatan," papar Joko.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Husen Miftahudin)