Presiden AS Donald Trump. (Anadolu Agency)
Trump Pertahankan Blokade Maritim hingga Kesepakatan dengan Iran Ditandatangani
Willy Haryono • 25 May 2026 08:13
Washington: Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyebut negosiasi dengan Iran berlangsung “tertib dan konstruktif," namun menegaskan blokade maritim terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran di dekat Selat Hormuz akan tetap diberlakukan hingga kesepakatan final disetujui dan ditandatangani.
“Iran tidak boleh mengembangkan atau memiliki senjata nuklir,” tegas Trump dalam keterangan di Truth Social yang dikutip Yeni Safak, Senin, 25 Mei 2026.
Ia juga menyebut proses diplomasi saat ini berjalan “jauh lebih profesional dan produktif” dibanding upaya-upaya sebelumnya.
Trump mengatakan Washington dan Teheran harus berhati-hati dalam merampungkan kesepakatan. “Kita harus meluangkan waktu dan memastikan semuanya benar. Tidak boleh ada kesalahan,” ujarnya.
Menurut Trump, blokade terhadap Iran akan tetap digunakan sebagai alat tekanan selama proses negosiasi berlangsung guna memastikan tidak ada jalan bagi Teheran untuk memperoleh kemampuan senjata nuklir.
Soroti Abraham Accords
Trump juga mengapresiasi dukungan negara-negara Timur Tengah dalam proses diplomatik yang sedang berlangsung.Ia mengatakan keterlibatan kawasan dapat diperkuat melalui perluasan Abraham Accords, yakni kesepakatan normalisasi hubungan yang sebelumnya melibatkan Israel dan sejumlah negara Arab.
Trump bahkan membuka kemungkinan Iran suatu saat dapat bergabung dalam kerangka tersebut sebagai bagian dari penataan ulang kawasan Timur Tengah.
Dalam pernyataannya, Trump kembali mengkritik perjanjian nuklir Iran tahun 2015 yang dibuat pada era Presiden Barack Obama. Ia menyebut kesepakatan tersebut sebagai “salah satu perjanjian terburuk yang pernah dibuat.”
Trump menilai negosiasi saat ini jauh lebih baik dan dirancang untuk mencegah Iran memperoleh kemampuan nuklir.
Baca juga: AS dan Iran Capai Kesepakatan Awal Pembukaan Selat Hormuz