Menko bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono. Foto: Antara
Giant Sea Wall Solusi Infrastruktur Hadapi Penurunan Muka Tanah
Arbida Nila Hastika • 23 May 2026 16:54
Jakarta: Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), berharap pembangunan giant sea wall (GSW) di Pantai Utara (Pantura), lebih progresif. GSW menjadi langkah antisipasi ancaman ekologis di pesisir utara Pulau Jawa.
"Kita kejar terus, mudah-mudahan tahun depan bisa lebih matang lagi konsepnya," kata AHY usai menghadiri Munas IKASTARA di Wisma Serbaguna Gelora Bung Karno, Jakarta, Sabtu, 23 Mei 2026.
AHY mengatakan proyek Giant Sea Wall melibatkan banyak pihak. Antara lain, dengan pemerintah daerah di lima provinsi, 20 kabupaten, lima kota terutama yang ada di Pantura.
AHY mengatakan ada 50 juta masyarakat pantura terancam bencana ekologis. Akibat, penurunan muka tanah setiap tahunnya, terutama di kawasan Teluk Jakarta, Semarang, Demak, dan Kendal.
.jpg)
Menko bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono. Foto: Antara
"Penurunan permukaan tanah juga bisa dikatakan semakin buruk dari tahun ke tahun, 5-15, 15 hingga 20 cm turunnya setiap tahun. Ini perlu intervensi, perlu solusi infrastruktur," ucap AHY.
Tanggul laut ini, kata AHY, dapat menjadi solusi infrastruktur. Kemudian, diintegrasikannya dengan nature-based solution, misalnya dengan mangrove.
"Kita pecah ombaknya dan kita pastikan menghindari terjadinya tenggelamnya masyarakat kita di pesisir,” kata AHY.
Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow akun Google News Metrotvnews.com