SPKLU PLN. Foto: Medcom.id
Ekosistem SPKLU Dukung Pencapaian Target Dekarbonisasi hingga Pertumbuhan Ekonomi 8%
Husen Miftahudin • 18 January 2026 15:23
Jakarta: Tenaga Ahli Menteri ESDM Satya Hangga Yudha Widya Putra meyakini keberadaan stasiun pengisian kendaraan listrik umum (SPKLU) yang masif, bakal mempercepat pencapaian target dekarbonisasi pemerintah.
Menurut dia, SPKLU memiliki keunggulan fleksibilitas lokasi dibandingkan stasiun pengisian bahan bakar gas (SPBG), karena dapat dibangun di mana saja selama tersedia jaringan listrik.
"Saya berharap ekosistem ini terus dikembangkan untuk mendukung target dekarbonisasi dan pertumbuhan ekonomi sebesar delapan persen," kata Hangga dalam kunjungan kerjanya ke SPKLU PLN di Braga, Bandung, dikutip dari Antara, Minggu, 18 Januari 2026.
Pada kesempatan itu, Hangga memberikan apresiasi atas perkembangan infrastruktur kelistrikan, yang agresif di Jawa Barat, terutama dengan memanfaatkan pasokan listrik yang sudah 33 persen berasal dari energi baru dan terbarukan (EBT).
Pertumbuhan kendaraan listrik (EV) di Jawa Barat menunjukkan tren yang masif, dengan 22 persen dari total penjualan listrik nasional saat ini berasal dari wilayah kerja PT PLN Unit Induk Distribusi (UID) Jawa Barat.
Hingga Desember 2025, PLN telah mengoperasikan 501 unit SPKLU yang tersebar di 289 lokasi strategis, termasuk penyediaan unit ultra fast charging di seluruh rest area jalur Tol Trans-Jawa guna melayani mobilitas pengguna EV yang melakukan perjalanan lintas kota.
| Baca juga: Antisipasi Lonjakan EV selama Periode Nataru, Dirut PLN Tinjau Langsung Kesiagaan SPKLU di Berbagai Titik Krusial |
Layanan SPKLU Mobile
Senior Manager Komunikasi dan Umum PLN UID Jawa Barat Krisantus H Setyawan menjelaskan penambahan SPKLU merupakan bentuk dukungan nyata perusahaan terhadap program dekarbonisasi pemerintah.
Menurut dia, PLN tidak hanya menyediakan stasiun pengisian tetap, tetapi juga menyiapkan layanan SPKLU Mobile bagi pelanggan yang mengalami kondisi baterai rendah sebelum mencapai titik pengisian.
Manajer Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) PLN Bandung Donna Sinatra memaparkan hingga akhir 2025, tercatat sebanyak 400.625 kali transaksi pengisian daya dengan total energi tersalurkan mencapai 9.481.373 kWh.
"Tren ini tumbuh sebesar 298 persen dibandingkan tahun sebelumnya," ujarnya.

(Ilustrasi mobl listrik. Foto: Medcom.id)
Antrean SPKLU di PLN Mobile
Sementara itu, Manajer Pelayanan Pelanggan PLN UID Jabar Retna Arliana mengungkapkan PLN selalu melakukan evaluasi berdasarkan pengalaman pelanggan.
Salah satu inovasi terbaru yang diluncurkan pada Desember 2025 adalah fitur Antrean SPKLU di aplikasi PLN Mobile.
"Fitur ini memungkinkan pengguna mendapatkan nomor antrean digital dan memantau status stasiun pengisian apakah sedang digunakan atau tersedia melalui indikator warna," jelas dia.
Hangga menambahkan kunjungan kerjanya ini juga untuk mengetahui hambatan birokrasi yang ada, agar investor tidak beralih ke negara lain.
"Dengan dukungan infrastruktur yang andal dan insentif yang kompetitif, diharapkan masyarakat akan semakin terbiasa menggunakan kendaraan listrik dan transportasi umum bertenaga listrik guna menciptakan lingkungan yang lebih bersih dan berkelanjutan bagi masa depan Indonesia," sebut dia.